Kasat Lantas Kediri Kota: Tekan Kecelakaan, Kendaraan harus Sesuai Spek Tek

Kediri, koranmemo.com Di tahun 2019, Satlantas Polres Kediri Kota akan mengadakan zona intregitas baik dalam peningkatan pelayanan. Peningkatan pelayanan ini bertujuan untuk meningkatkan ketertiban para pengguna jalan raya. Jika pengguna jalan tertib, petugas bisa melakukan inovasi pelayanan di bidang pembuatan SIM, STNK dan BPKB, pengaturan lalu lintas, maupun di satuan intel. Dan, kendaraan harus sesuai dengan spesifikasi teknis (spek tek)

Kasatlantas Polres Kediri Kota, AKP Ahmad Risky Fardian Caropeboka mengatakan, zona intregitas ini dimaksudkan, agar petugas dapat meningkatkan mutu pelayanan di jajaran Satlantas. Pelayanan yang baik, bisa memberikan kepuasan serta kepercayaan bagi masyarakat. “Tugas kami melayani dan mengayomi masyarakat. Tidak hanya di lapangan saja, tapi yang terpenting itu di SIM,” tegasnya, saat ditemui koranmemo.com, Rabu (2/1).

Menurut Risky, yang perlu diperhatikan bagi pengguna jalan raya adalah kendaraan. Bagi pengendara yang masuk ke Kota Kediri, kendaraan wajib sesuai dengan spek tek. Ini juga meminimalisir kerawanan terjadinya kecelakaan lalu lintas (laka lantas). Dengan kondisi kendaraan yang tidak sesuai dengan spek tek, terutama kendaraan yang menggunakan kenalpot brong dan ban kecil.

Selain itu, pelanggaran yang sering dilakukan pengendara sepeda motor, tidak menggungkan helem. Mereka sering beralasan jarak rumah dengan tujuan cukup dekat, atau membeonceng teman dengan tujuan yang sama. “Ini yang paling rawan, keselamatan itu milik para pengendara bukan milik petugas. Pertama – tama, kami akan melakukan teguran dan meminta pengendara tersebut agar mengambil helem, baru diperbolehkan melanjutkan perjalanan,” tuturnya.

Pelanggaran lainnya, lanjut Risky, menerobos rambu –rambu lalu lintas. Para pengendara sering melanggar lampu lalu lintas, padahal ini meningkatkan resiko terjadinya kecelakaan dan dapat mengakibatkan korban jiwa. “Lampu sudah menyala kuning, tapi mereka malah memacu kendaraannya. Ini juga bisa kami tindak, bisa dilakukan imbauan di persimpangan selanjutnya melalui pantauan CCTV. Atau melakukan tindakan tilang,” jelasnya.

Mengingat, sambung Risky, angka kecelakaan pada tahun 2018 lebih tinggi jika dibandingkan tahun 2017. Pada tahun 2018, tercatat ada 617 kejadian laka lantas dan di tahun 2017 ada 593 kejadian. Meskipun jumlah kejadian mengalami peningkatan sebesar 4,05 persen, namun korban meninggal cenderung menurun. “Korban meninggal turun 6,67 persen. Tahun 2017 ada 90 korban jiwa, dan pada tahun 2018 ada 84 korban jiwa. Kami melakukan penindakan dan teguran, semata – mata untuk keselamatan pengendara,” sahutnya.

Risky juga mengimbau kepada para pengendara sepeda motor, agar tidak memacu kencaraan di jalan raya dengan kecepatan tinggi. Untuk menghindari kemungkinan terjadinya hal – hal yang tidak diinginkan, pengendara harus memeriksa surat – surat kendaraan sebelum berangkat. Selain itu, mengecek kelaikan kendaraan, menggunakan helem yang sesuai dengan standar Nasional Indonesia (SNI). “Harapan saya, para pengendara lebih santun dalam berkendara. Harus memperhatikan jarak dan waktu tempuh sehingga tidak tergesa – gesa untuk sampai ke tempat tujuan,” ucapnya.

Ditambahkan, santun dalam berkendara dapat menekan angka kecelakaan. Jika tidak santun dalam berkendara, dapat menimbulkan gesekan antar pengguna jalan yang lain. “Sekarang sumber informasi juga tidak terbatas, masyarakat bisa menggali, memahami, serta mempelajari peraturan lalu lintas. Karena pertauran dibuat untuk dipatuhi, bukan untuk dilanggar,” tukasnya.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu
Editor :  Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date