Kapolresta Kediri: Peredaran Narkoba di Kediri Masih Tinggi

Share this :

Kediri, koranmemo.com — Peredaran narkoba di wilayah hukum Polresta Kediri dinilai masih tinggi. Ini terbukti dari hasil penangkapan pelaku pengedar, pemilik, maupun perantara narkoba baik narkotika golongan I jenis sabu maupun obat keras jenis pil dobel L.

Kapolresta Kediri, AKBP Miko Indrayana menjelaskan, berdasarkan hasil penyelidikan personel Satresnarkoba pada Operasi Tumpas Semeru 2020 yang dilaksanakan mulai 4 Agustus hingga 4 September. Pada periode ini, ditangkap 11 pelaku dari 8 kasus terkait tindak pidana kepemilikan dan penyalahgunaan narkoba.

“Hasilnya, ada 11 pelaku dari 8 kasus. Untuk barang bukti yang kami amankan yaitu 7,73 gram narkotika golongan I jenis sabu dan 1.508 butir pil dobel L. Kami terus berupaya untuk menekan peredaran narkoba di wilayah hukum Polresta Kediri,” jelasnya, Senin (14/9).

Upaya yang dilakukan oleh Polresta Kediri, personel Satresnarkoba kembali melaksanakan Sinargi atau Sikat Narkoba Kediri. Untuk kegiatan ini dilakukan mulai 5 sampai 13 September. Hasilnya, personel Satresnarkoba mengungkap 18 kasus tindak pidana terkait narkoba.

“Dari 18 kasus ini kami menangkap 18 pelaku dengan barang bukti 43,01 gram sabu dan 28.801 butir pil dobel L. Tentunya, ini juga berkat peran serta masyarakat serta pihak Lapas Kediri. Karena, salah satu pelaku yang kami tangkap berkat sinergi bersama,” tuturnya.

Menurut AKBP Miko, pemberantasan narkoba di wilayah hukum Polresta Kediri ini tidak lepas dari peran serta masyarakat. Pasalnya, hampir 90 persen ungkap kasus merupakan informasi yang diperoleh dari masyarakat.

Mengenai tingkat peredaran narkoba di wilayah Polresta Kediri, AKBP Miko mengatakan, berdasarkan hasil ungkap baik Operasi Tumpas Semeru dan Sinargi, peredaran narkoba masih cukup tinggi. “Memang cukup tinggi, namun demikian kami mendapat dukungan dari masyarakat untuk upaya pemberantasan narkoba,” pungkasnya.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu

Editor : Achmad Saichu