Kantor Imigrasi Kediri Berlakukan Layanan Terbatas

Share this :

Kediri, koranmemo.com – Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Kediri memberlakukan pelayanan terbatas baik Warga Negara Indonesia (WNI) dan Warga Negara Asing (WNA). Pembatasan layanan ini diharapkan dapat menekan penyebaran Coronavirus (COVID-1), khususnya di wilayah kerja Kantor Imigrasi Kediri dan sekitarnya.

Ketentuan tersebut dilaksanakan sesuai dengan Surat Edaran (SE) Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Imigrasi Nomor: MI-GR. 01012114 Tahun 2020, Tentang Pembatasan Layanan Keimigrasian Dalam Rangka Mencegah Penyebaran Coronavirus Disease (COVID-19) di Lingkungan Kantor Imigrasi.

“Sesuai SE Plt. Ditjenim, mulai Selasa (24/3), Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Kediri melakukan pembatasan layanan keimigrasian. Pelayanan keimigrasian untuk WNI berupa permohonan paspor terbatas melayani orang sakit yang tidak bisa ditunda penanganannya atas rujukan dokter dan orang dengan kepentingan yang tidak dapat ditunda,” jelas Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Kediri, Rakha Sukma Purnama, Selasa (24/3).

Rakha mengatakan, setiap permohonan yang mendesak, masyarakat bisa menghubungi Kantor Imigrasi Kediri melalui nomor whatsapp (WA) Imigrasi Kediri. “Bida menghubungi ke 081133378284, terlebih dahulu. Selain itu, pemohon yang telah mendapatkan antrian online, bisa ditunda hingga keadaan normal kembali dengan menunjukkan Qrcode antrian yang sudah dimiliki tanpa harus mendaftar ulang,” katanya.

“Langkah ini juga untuk mengurangi kontak langsung dengan WNA. Mulai Selasa (24/3), WNA juga tidak perlu mengajukan permohonan izin tinggal jika keadaan terpaksa. Karena, WNA yang masuk wilayah Indonesia setelah 5 Februari 2020 lalu, akan diberikan biaya beban dengan tarif nol rupiah jika izin tinggalnya telah habis (overstay),” imbuhnya. .

Aturan ini, kata Rakha, merujuk kepada Pasal 5 ayat 6 huruf b Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2019 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak di Lingkungan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM).

Dalam kondisi saat ini, Rakha juga mengimbau kepada warga Kediri dan sekitarnya, supaya mengutamakan kesehatan diri dan lingkungan sehingga tidak perlu keluar rumah jika tidak ada keperluan. “Kita bersama harus sadar akan kondisi saat ini, berdiam di rumah untuk menghindari penyebaran virus Corona lebih baik daripada berkegiatan di luar rumah yang tidak perlu,” ucapnya.

“Untuk saat ini, kesehatan nomor satu, baik untuk diri kita sendiri dan orang-orang di sekitar kita. Mari terapkan physical distancing (menjaga jarak fisik antar manusia) sesuai yang telah disosialisasikan pemerintah,” pungkasnya.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu

Editor : Della Cahaya

Follow Untuk Berita Up to Date