Kadis Infokom Terancam Tersangka

Kasus Pengelolaan Data Base 2013

Trenggalek, Koranmemo – Kejaksaan Negeri Trenggalek segera memanggil sejumlah saksi kasus korupsi pengadaan kegiatan pengelolaan data base kependudukan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Trenggalek tahun anggaran 2013, pada saat itu Catur Eko Prasetyo sebagai kepala Dinasnya, sekarang dirinya menduduki jabatan sebagai Kadis Infokom pasca dilantiknya OPD baru. Akibat dari kasus tersebut, negara mengalami kerugian Rp 198.767.200.

Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Trenggalek M. Adry Kamahudin saat dikonfirmasi membenarkan keberhasilan Kejari dalam ungkap kasus korupsi pada tahun 2016. Salah satunya dengan mengungkap kasus dugaan korupsi yang terjadi dilingkup Dispendukcapil tahun anggaran 2013.

“ Benar, kasus ini masih penyidikan umum dan karena surat perintah penyidikan (sprindik) baru keluar hari ini, maka yang pertama dipanggil dari dinas terkait termasuk Kepala Dinas yang menjabat saat itu. Selanjutnya dilihat mengenai struktur banggar yang nantinya akan dikembangkan sampai ke BPK,” ungkap Adry kepada Koran Memo, Senin (16/1).

Dijelaskan Adry, pemanggilan saksi akan dilakukan pada hari Kamis depan. Penyidikan tersebut juga mengarah ke jaringan lain pada saat penyerahan data bis yang tidak sesuai kenyataan. Dari hasil penyidikan barang memang ada tetapi tidak bisa digunakan, jadi seolah dibuat seperti alakadar.

“ Yang perlu kita kembangkan saat ini adalah bagaimana bisa terjadi kegiatan pengadaan pengelolaan data base yang tidak sesuai. Untuk itu perlu adanya pemeriksaan dahulu untuk memastikan adanya kasus dugaan pidana tersebut,” jelasnya

Ditambahkan pula, setelah kasus sudah dikembangkan maka hasilnya akan diekspos. Dugaan tindak pidana tersebut terkait tidak sesuainya pengadaan antara barang, harga dan spek ataupun adanya mar up disaat melakukan penunjukan. Sehingga menimbulkan kerugian negara mencapai 198 juta 767 ribu 200 rupiah.

“ Selain dilakukan penyidikan, juga akan mengumpulkan data data mengenai pelaksanaan proyek pengadaan data base yang saat ini tidak dapat digunakan sama sekali. Untuk tahun 2017 Kejari akan fokus dalam mengungkap kasus ini sampai tuntas. Akan kita panggil seluruh saksi satu persatu, untuk diperiksa lebih lanjut,” imbuhnya. (pb/haz)

 

 

Follow Untuk Berita Up to Date