Kades Palsukan Gelar Murni Kasus Tindak Pidana

Kediri, koranmemo.com — Polresta Kediri terus melakukan proses hukum terhadap kasus dugaan pemalsuan gelar akademik yang dilakukan oleh oknum kepala desa (kades) di Kabupaten Kediri berinisial S, Jumat (21/2). Status kades saat ini menjadi tersangka dalam kasus tersebut, meskipun namanya juga sempat mencuat dalam tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kediri 2020.

Menurut Kasubbag Humas Polresta Kediri, AKP Kamsudi, berdasarkan laporan dan pengumpulan keterangan saksi dan beberapa bukti, kasus ini murni tindak pidana. “Ini memang murni tindak pidana, bukan karena politik. Jangan sampai disangkutpautkan dengan proses Pilkada,” ujarnya saat ditemui awak media.

Dalam kasus ini, Polresta Kediri melakukan proses hukum yang berlaku. Penetapan status tersangka kepada S juga sudah melalui prosedur hukum yang berlaku. Bahkan, sebelum dilakukan pemanggilan melalui surat resmi pada awal Januari lalu, tim penyidik Satreskrim Polresta Kediri melakukan upaya penyelidikan dan gelar perkara.

Saat S tidak memenuhi panggilan dari Polresta Kediri, Koranmemo.com mencoba menghubungi. Namun, melalui nomor telepon yang digunakan tidak aktif dalam beberapa waktu. Sampai akhirnya, Polresta Kediri memberikan informasi mengenai S yang meminta izin untuk melaksanakan ibadah umroh.

Berdasarkan foto yang dipakai S pada akun media sosial (medsos), ada tambahan tulisan nama berada pada sisi kiri bagian dada. Pada foto tersebut bertuliskan nama Supadi S Erlangga, karena sebelumnya S berdalih jika SE bukan gelar akademik melainkan kepanjangan nama, yaitu Subari Erlangga.

Atas tindakannya tersebut, kepada S disangkakan Pasal 93 junto Pasal 28 Ayat 7 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara atau denda Rp 1 miliar.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu
Editor : Della Cahaya