Kades Kaloran Dijebloskan Penjara

Share this :
Aksi solidaritas warga Desa Kaloran untuk korban kekerasan Kades.
Aksi solidaritas warga Desa Kaloran untuk korban kekerasan Kades.

*Buntut Pemukulan Terhadap Salah Satu Warga
Nganjuk, Memo-Drs Karjono Kepala Desa Kaloran Kecamatan Ngronggot Kabupaten Nganjuk, Selasa (23/9) sore dijebloskan ke rumah tahanan (rutan) kelas IIB Nganjuk oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Nganjuk. Penahanan terhadap orang nomor satu di desa yang merupakaan sentra penghasil bata merah dan genting ini dilakukan setelah berkas perkara dinyatakan lengkap (P-21).

Kasi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Nganjuk, Anggi Digdo membenarkan pihaknya telah menerima pelimpahan tahap dua tersangka kasus penganiayaan tersebut. “Benar, tersangka sudah dilimpahkan dan langsung kami jebloskan ke rumah tahanan, tersangka melanggar pasal 351 ayat 1 KUHP,” jelasnya, Rabu (24/9)

Sebetulnya, kata Anggi, tersangka sudah mengajukan surat penangguhan penahanan namun karena tidak ada perdamaian dengan korban maka pengajuan penangguhan itu ditolak. “Karena tidak ada itikad baik untuk berdamai, maka pengajuan penangguhan penahanannya kami tolak,” tegas Anggi.

Seperti diketahui beberapa waktu lalu penyidik Polres Nganjuk telah melimpahkan berkas tahap satu. Setelah semua berkas oleh kejaksaan dinyatakan lengkap dilakukan pelimpahan tahap dua.

“Berkas perkaranya sudah kita limpahkan beberapa hari yang lalu dan kemarin tersangka juga kami limpahkan ke Kejari, setelah tersangka kami limpahkan, ditahan atau tidak itu wewenang pihak kejaksaan,” ujar AKP Dedy Iskandar, Kasat Reskrim Polres Nganjuk kemarin siang.

Diketahui, kasus hukum yang menyeret Karjono sebagai tersangka bermula atas laporan Robian (32) warga setempat yang mengaku telah dipukuli oleh Karjono hingga mengakibatkan luka serius di bagian kepala dan sempat menjalani perawatan di ruang Bougenvile RSUD Kertosono, Minggu (10/5) yang lalu. Aksi pemukulan itu dipicu karena salah paham, saat keduanya sama – sama memikul keranda jenazah seorang warga setempat dengan posisi berdampingan. Saat memikul, ada kesan terburu – buru dan Karjono merasa jika Robian sengaja mendorongnya sehingga berjalan terseok – seok sampai nyaris tertabrak truk.

Lantas Karjono meminta pada salah satu pelayat untuk menggantikan posisi Robian. Setelah prosesi pemakaman selesai, Robian dipanggil oleh Karjono dan dibonceng sepeda motor diajak ke lokasi pembuatan bata merah miliknya. Sesampainya di lokasi, dia langsung diajak masuk.

Saat itu, Roso Suwito, kerabat korban dan Jumakir Irawan, kakak korban sempat berusaha melerai akan tetapi Karjono malah membentak keduanya. Sampai akhirnya Karjono menjambak rambut korban, dan langsung memukulinya berulang kali pada tengkuk dan dada korban. Tak ayal korban tersungkur, hingga muntah kemudian pingsan. Usai melampiaskan kemarahannya, Karjono langsung pergi begitu saja dan meninggalkan korban tergeletak tak berdaya. Beruntung kejadian ini disaksikan oleh Roso Suwito dan Jumakir Surawan yang kala itu memang membuntuti dari belakang dan langsung membawanya pulang ke rumah.

Karena kondisinya sangat mengkhawatirkan, korban lalu dilarikan ke RSUD Kertosono guna mendapat perawatan intensif. Kemudian kasus ini dilaporkan ke Polsek Ngronggot.
“Setelah menerima laporan, kasus diproses dan dengan barang bukti visum yang dikeluarkan oleh RSUD Kertosono serta keterangan beberapa saksi, akhirnya Karjono kita tetapkan menjadi tersangka yang selanjutnya kita limpahkan ke kejaksaan,” jelentreh AKP Dedy.

Paska kasus pemukulan tersebut, masyarakat Desa Kaloran yang tidak terima dengan kelakuan Karjono melakukan serangkaian aksi protes dan penggalangan dana “Solidaritas Warga Kaloran Bersatu, Kasus Kekerasan”. (jie/gus)