Kades dan PNS Dishub Jadi Tersangka Kasus Penipuan CPNS

Share this :

Ponorogo, koranmemo.com – Citra Pemkab Ponorogo untuk menjadi good goverment (pemerintahan yang baik.red) tercoreng. Ini setelah salah satu oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) setempat ditangkap Anggota Sat-Reskrim Polres Ponorogo lantaran diduga terlibat dalam kasus penipuan dengan modus calo CPNS.

Joko Santoso ( 40) PNS di Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Ponorogo, yang bertugas sebagai staf di Sub Terminal Slahung ini ditangkap bersama dua rekannya, yakni Agus Setyo Budiono (38) Kepala Desa Banjarejo Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun, dan Sunadi (58) pecatan PNS guru di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kabupaten Magetan, Sabtu (16/9).

Dua tersangka ditangkap petugas di kediamanya masing-masing. Diantaranya, Joko ditangkap petugas di Perum Grisimai Kelurahan Ronowijayan Kecamatan Ponorogo, Agus di rumahnya di Desa Banjarejo Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun. Sedangkan Sunadi yang berperan sebagai otak jaringan penipuan CPNS ini ditangkap di tempat persembunyan di Solo, Jawa Tengah.

Kasus ini sendiri terungkap setelah Sutrisno (38) warga Jalan Stasiun Rt 01 Rw 01 Desa/Kecamatan Slahung melapor ke Polres Ponorogo. Dalam laporanya ia mengaku menjadi korban penipuan penerimaan CPNS Badan Kepegawaian Negara (BKN) tahun 2014, yang dilakukan oleh tiga tersangka, hingga mengalami kerugian mencapai Rp 75 juta.

Kasat Reskrim Polres Ponorogo, AKP Rudi Darmawan mengungkapkan, kasus ini berawal dari pertemuan korban dengan Joko pada Pebruari 2014 lalu di rumah korban, dalam pertemuan itu Joko mengaku dibantu dua tersangka, ia  bisa memasukan anak korban Risma Ainun Amarwati (20) sebagai PNS BKN tahun 2014 tanpa melalui jalur tes. Namun dengan syarat membayar uang Rp 200 juta, lantaran mengaku memiliki kenalan pejabat BKN yang kini telah meninggal.

Korban yang tergiur tawaran tersangka lantas meng-iya kan tawaran tersebut. Maret 2014 korban pun diminta  menyerahkan uang jaminan awal sebesar Rp 75 juta yang dibayar bertahap. Yakni, Rp.20.000.000 pada 28 Pebruari di rumah tersangka Sunadi yang disaksikan tersangka Joko dan Agus, Rp 30 juta pada 7 Maret 2014 di rumah Joko, Rp 25 juta pada 30 Mei 2014 di rumah tersangka Agus yang disaksikan oleh tersangka Joko. Setelah menerima uang panjer Rp 75 juta tersebut korban lantas menerima 1 bendel berkas formasi CPNS tahun 2014. Ironis hingga kini anaknya tidak kunjung menjadi PNS seperti yang dijanjikan oleh tiga tersangka.

” Karena merasa ditipu Korban akhirnya melapor. Kasus ini sendiri sudah kita selidiki sejak 2016 lalu, dan otaknya Sunadi berhasil kita tangkap di Solo, setelah dua anak buahnya ini kita tangkap lebih dulu,” ujarnya, Selasa (26/9).

Rudi mengungkapkan, dari kasus ini pihaknya berhasil mengamankan barang bukti berupa 3 buah kwitansi pembayaran uang senilai Rp 75 juta dari korban kepada tiga tersangka, satu buah bendel foto copy data base pengangkatan CPNS atas nama Risma Ainun Ambarwati yang diduga palsu.

Tiga tersangka dijerat dengan pasal 378 KUHP tentang penipuan dan atau 372 KUHP tentang penggelapan dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara.” Kita jerat dengan pasal penipuan dan penggelapan, barang bukti kasus ini kita amankan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Djunaidi mengaku, kaget dengan tertangkapnya PNS golongan III B itu. Ia mengaku akan melakukan kordinasi dengan Bagian Hukum Pemkab Ponorogo untuk upaya adanya bantuan hukum terhadap anak buahnya tersebut.

“Saya juga kaget, makanya saya kesini mau tanya kenapa beliau (Joko red) bisa ditangkap, setahu saya dia ini korban karena anaknya juga tidak diterima. Coba kita kordinasikan dulu ada tidaknya untuk upaya bantuan hukum,”pungkasnya.

Reporter: Zainul Rohman

Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.