Kabupaten Kediri Ikuti Penilaian Kabupaten Sehat

Kediri, koranmemo.com – Wakil Bupati Kediri Drs. H. Masykuri, MM. menyambut kedatangan Tim Verifikasi Lapangan Kabupaten Sehat tingkat Nasional 2019. Bertempat di Wisma Tamu Pemkab Kediri, diikuti oleh beberapa OPD terkait, BNN (Badan Narkotika Nasional) dan Ketua Tim Penggerak PKK.

Pada tahun 2018 Kab. Kediri telah berhasil lolos verifikasi Kabupaten sehat tingkat provinsi dengan 4 tatanan yaitu kawasan pemukiman, sarana dan prasarana umum, kehidupan masyarakat sehat yang mandiri, kawasan pariwisata sehat dan kawasan ketahanan pangan dan gizi.

Perlu diketahui pada tahun 2017 Kab. Kediri telah berhasil meraih penghargaan Swasti Saba Wiwerda tingkat nasional. Dengan prestasi tersebut Pemerintah Kab. Kediri terus berupaya menggali potensi masyarakat dengan mengembangkan potensi daerah tanpa meninggalkan sosial budaya yang sudah tertanam dalam masyarakat yaitu dengan menambah tatanan kawasan sosial sehat dan kawasan ketahanan pangan dan gizi.

“Sehingga pada tahun ini Kab. Kediri memberanikan diri mangajukan verifikasi tingkat nasional dengan 5 tatanan yaitu kawasan pemukiman, sarana, prasarana umum, kehidupan masyarakat sehat yang mandiri, kawasan pariwisata sehat, kawasan sosial sehat dan yang terakhir kawasan ketahanan pangan dan gizi,” urai Wabup.

Sementara itu Ketua Tim Verifikasi Kabupaten Sehat Tingkat Nasional Iwan Hipmawan mengatakan, penyelenggaraan Kab/Kota Sehat merupakan SK/keputusan peraturan bersama antara Menteri Kesehatan dengan Menteri Dalam Negeri sejak tahun 2005. prinsipnya adalah mengembangkan kehidupan masyarakat yang sehat, tetapi bukan berarti sehat ini milik pemerintah tetapi kesehatan adalah milik kita semua. “Saya lihat di Kabupaten Kediri sangat kompak dalam berkolaborasi dan bersinergi mewujudkan Kabupaten Sehat,” katanya.

Ditambahkan, lingkungan sehat adalah hak setiap warga negara Indonesia. Sehat itu sendiri merupakan kombinasi dari adanya lingkungan, jiwa, sosial yang sehat. “Pada tahun ini sebanyak 202 kab/kota mengikuti penilaian kab/kota sehat, saingannya cukup banyak. Yang terpenting adalah hak masyarakat terjamin untuk sehat dalam konsep pemberdayaan masyarakat dalam kemandirian hidup sehat. Diharapkan dengan ini, sisi ekonomi, kesehatan, dan kesejahteraan secara menyeluruh bisa terangkat,” lanjutnya.

Kegiatan ini diakhiri dengan paparan Muksin selaku Ketua Forum Kabupaten Sehat Kabupaten Kediri mengenai unggulan dan inovasi Kabupaten Sehat di Kab. Kediri. Seperti di Desa Tertek Pare ada program arisan “Sandiah” beromset tinggi. Uang hasil arisan digunakan untuk memberi bantuan bagi masyarakat tidak mampu, orang dengan gangguan jiwa dan untuk berobat. (Adv)

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date