Kabupaten Blitar Masuk Ke Dalam Zona Merah

Share this :

Blitar, koranmemo.com – Kabupaten Blitar kembali masuk ke dalam zona merah penularan Covid-19. Hal ini setelah adanya peningkatan jumlah kasus positif selama dua pekan terakhir ini. Hingga saat ini tercatat sebanyak 294 kasus positif Covid-19 di wilayah Kabupaten Blitar.

Sekretaris Satgas COVID-19 Kabupaten Blitar, Kuspardani menjelaskan,meski tingkat pasien sembuh tinggi, tidak serta merta merubah warna zona.

“BNPB akan mengganti zonasi seminggu sekali. Perhitungannya dari kasus tertinggi yang terjadi dua minggu sesudahnya menurut perhitungan epidemiologis. Jadi tidak bisa karena tingkat kesembuhan tinggi, langsung ganti warna zonasi,” ungkap Kuspardani, Rabu (12/8).

Data di Satgas Covid-19 Kabupaten Blitar memang ada lonjakan kasus terkonfirmasi positif sejak memasuki bulan Agustus ini. Tercatat pada tanggal 1 Agustus 2020 ada 184 kasus terkonfirmasi positif dengan jumlah kesembuhan mencapai 89 orang, masih diobservasi sebanyak 83 orang. Dan 12 lainnya meninggal dunia.

Angka ini bertambah sebanyak 110 kasus baru pada tanggal 11 Agustus 2020. Terdata, ada 294 kasus terkonfirmasi positif dengan jumlah kesembuhan mencapai 222 orang. Ada 56 orang masih diobservasi dan sebanyak 16 orang meninggal dunia.

Kuspardani menambahkan, saat ini Satgas Covid-19 Kabupaten Blitar terus melakukan upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Masifnya tes swab massal menjadi indikasi semakin banyak warga Kabupaten Blitar yang teridentifikasi terpapar virus Corona. Apalagi saat ini, mereka menerapkan skema tracing, pengetesan dan perawatan yang cepat tanggap.

“Dari provinsi ada 2400 tes swab dan kita sudah memenuhi target. Kami terus melakukan evaluasi mengenai tes swab dan mengkaji pedoman baru test swab,” ungkap Kuspardani.

Pedoman terbaru Satgas Covid-19 pusat menyebutkan, tes swab hanya dilakukan kepada kontak erat yang mengalami gejala klinis. Namun Satgas Covid-19 Kabupaten Blitar masih melakukan konsultasi dengan pihak provinsi, untuk tetap menerapkan pedoman sebelumnya.

“Pedoman sebelumnya tes swab dilakukan kepada semua kontak erat terdekat. Tindakan ini agar deteksi dini paparan Corona bisa secepatnya ditemukan dan dilanjutkan treatment,” pungkas Kuspardani.

Reporter: Nuramid Hasjim
Editor: Della Cahaya