Jumlah Pendonor Berkurang, Stok Kantong Darah Masih Aman

Share this :

Nganjuk, koranmemo.com – Jumlah warga yang mendonorkan darahnya ke Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kabupaten Nganjuk berkurang drastis karena wabah virus Corona atau Covid-19.  Banyak pendonor yang memilih berhati-hati di masa pandemi.

Koordinator Tata Usaha UTD PMI Nganjuk, Herin Purnawati menuturkan, sebelum pandemi Covid-19, pihaknya bisa mendapatkan 1.200 sampai 1.500 pendonor per bulannya. Namun sejak pandemic, rata-rata hanya 900-an pendonor.

Kendati demikian, menurut Herin, stok darah di Nganjuk masih dalam kategori aman, bisa dikatakan berlebih. Bahkan dua bulan terakhir UTD PMI Kabupaten Nganjuk bisa mengirimkan kantong darah ke kabupaten lain.

Meskipun jumlah pendonor berkurang, Herin memastikan stok darah di Kabupaten Nganjuk aman. Per hari ini masih ada 148 kantong darah, terdiri dari golongan A 35, B 44, O 52, dan AB 17 kantong.

“Bahkan kita sempat dropping (kantong darah) ke Kabupaten Madiun, Bulan Juli sampaiAgustus. Juli 50, yang Agustus 40 kantong darah berbagai golongan,” tembahnya.

UTD PMI Kabupaten Nganjuk memiliki cara tersendiri supaya pasokan darah aman. Seperti dengan aktif mengingatkan pendonor melalui aplikasi percakapan bahwa stok kantong darah di PMI menipis.

Cara seperti itu, kata Herin, ternyata efektif untuk mengajak warga yang rutin donor darah kembali mendonorkan darahnya.

“Kemudian ada juga koordinator pendonor. Biasanya mereka mencari tempat-tempat donor seperti desa-desa. Itu yang sudah pernah donor tapi lama tidak donor mendonorkan darahnya lagi,” katanya.

Baca Juga: BPK Jatim Bantah Pegawainya yang Menularkan Covid-19

Baca Juga: Bakal Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mulai Mendaftar 

Herin memastikan aktivitas donor darah di masa pandemi Covid-19 aman. Petugas UTD PMI Kabupaten Nganjuk selalu menerapkan protokol kesehatan, seperti memakai alat pelindung diri setiap kali mengambil darah.

“Kita pakai APD itu bukan hanya untuk mengamankan kita, tapi juga mengamankan pendonor. Kemudian disinfektan, tetap pakai handsanitizer, masker juga. Jadi tetap menggunakan protokol kesehatan,” tutupnya.

Reporter: Andik Sukaca/Inna Dewi Fatimah

Editor: Della Cahaya