Jumlah Penderita Meningkat, Kabupaten Blitar Belum Dinyatakan KLB DB

Share this :

Blitar, koranmemo.com  – Jumlah penderita demam berdarah di Kabupaten Blitar di bulan Januari 2019 ini dipastikan meningkat dibanding tahun 2018 pada periode yang sama. Pasalnya, dua pekan awal Januari 2019, jumlah penderita demam berdarah di Kabupaten Blitar sudah mencapai 82 orang dengan satu korban meninggal dunia.

Bahkan menginjak akhir Januari 2019 ini jumlah penderita dan juga korban meninggal dunia juga semakin bertambah. Padahal, tahun 2018 pada periode yang sama, jumlah penderita demam berdarah hanya 28 orang.

Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Blitar melalui Dinas Kesehatan belum menyatakan status kejadiam luar biasa (KLB). “Hingga kini, sudah ada 3 penderita demam berdarah yang meninggal dunia. Sementara jumlah penderita keseluruham sudah mencapai 207 orang,” kata Eko Wahyudi, Kasi Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, Selasa (29/01).

Menurut Eko, status KLB bisa ditetapkan jika memenuhi beberapa kriteria, diantaranya jumlah kasus baru demam berdarah dalam periode bulan tertentu menunjukkan kenaikan, dan angka kematian demam berdarah dalam kurun waktu tertentu menunjukkan kenaikan. “Saat ini memang mengalami kenaikan, tapi belum bisa kita tetapkan KLB,” ujarnya.

Eko menjelaskan, satu korban meninggal dunia berasal dari desa Sumberjo Kecamatan Sanankulon berusia dewasa. Sementara 2 penderita lainnya berusia anak-anak, masing-masing dari wilayah Desa Dawuhan Udanawu dan Desa Bendosewu Kecamatan Talun.

“Jadi penderita demam berdarah meninggal dunia memang disebabkan terlambat dibawa ke rumah sakit atau ke layanan kesehatan, dan bukan disebabkan kekurangan tempat di rumah sakit. Tapi karena faskes yang kurang memahami gejala demam berdarah, sehingga terlambat berobat,” ujarnya.

Eko menambahkan, gejala untuk demam berdarah diantaranya demam tinggi selama dua hari tidak sembuh. Sehingga harus segera dibawa ke rumah sakit. Gejala lain yang dominan yakni panas disertai diare, termasuk timbul bintik merah segera diperiksakan ke laboratorium.

“Jadi warga harus waspada dengan gejala demam berdarah dan segera berobat. Selain itu juga aktif melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara rutin untuk melakukan pencegahan DBD,” imbuhnya.

Reporter Arief juli prabowo

Editor Achmad Saichu