Jumlah Kasus Covid-19 Dunia Telah Melebihi 10 Juta Kasus

Share this :

London, koranmemo.com – Jumlah kasus Covid-19 di dunia telah melebihi 10 juta kasus dan telah membunuh sekitar 500.000 warga pada hari Minggu (28/6), sejak pertama ditemukan tujuh bulan lalu. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Jumlah ini sekitar dua kali lipat jumlah kasus penyakit influenza parah yang terjadi setiap tahun.

Amerika Utara, Amerika Latin, dan Eropa masing-masing menyumbang sekitar 25 persen kasus dari keseluruhannya. Sementara Asia dan Timur Tengah masing-masing memiliki sekitar 11 persen dan 9 persen berdasarkan penghitungan yang dilakukan oleh Reuters.

Pandemi juga telah memasuki fase yang baru, di mana India dan Brasil menghadapi pertambahan jumlah kasus lebih dari 10.000 kasus dalam sehari. Kondisi yang sangat menguras sumber daya negara dan mengguncang stabilitas di negara tersebut.

Kedua negara tersebut tercatat menyumbang lebih dari satu per tiga dari semua kasus baru dalam satu minggu terakhir. Brazil juga melaporkan rekor tambahan kasus baru terbanyak dalam satu hari yang mencapai 54.700 kasus baru pada 19 Juni lalu.

Rekor baru jumlah kasus Covid-19 ini terjadi akibat banyak negara yang mulai kesusahan untuk menerapkan karantina wilayah. Sebab, penerapan kebijakan karantina sangat berpengaruh pada kehidupan sosial dan kondisi perekonomian yang kesulitan untuk bertahan sampai vaksin virus ini selesai dibuat.

Namun, peningkatan jumlah kasus yang kembali terjadi pada sejumlah negara mendesak pihak yang berwenang untuk kembali menerapkan karantina. Meski karantina yang diterapkan oleh pihak yang berwenang saat ini cenderung hanya sebagian saja atau bersifat lokal.

Melansir dari Reuters, sejumlah negara saat ini telah mengalami gelombang kedua penularan Covid-19 meski transmisi lokal telah dicegah sedemikian rupa. Di Beijing, ditemukan klaster baru yang berkaitan dengan pasar grosir pertanian telah menyebabkan ratusan kasus Covid-19.

Amerika Serikat yang menjadi negara dengan jumlah kasus Covid-19 terbanyak di dunia juga kembali mengalami lonjakan kasus setelah mengalami penurunan pada bulan Mei lalu. Lonjakan kasus tersebut terjadi pada area pedesaan dan tempat-tempat lain yang sebelumnya tidak terpengaruh.

Para ahli kesehatan memperkirakan, vaksin dari virus ini sendiri baru akan selesai pada tahun 2021 mendatang. Sehingga kondisi seperti itu akan terus terjadi dan menjadi suatu pola yang berulang hingga tahun depan.

Sebelumnya, kasus pertama Covid-19 baru dikonfirmasi pada 10 Januari di Wuhan, China dan diduga telah menyebar sejak bulan Desember 2019. Setelah itu, kasus Covid-19 juga menyebar di Eropa, Amerika Serikat, dan Rusia dengan jumlah kematian yang sangat banyak.

Reporter: Ahmad Bayu Giandika

Editor: Della Cahaya