Jukir Klaim Diperintah Dishub Tarik Biaya Rp 5000

Blitar, koranmemo.com -Kasus penangkapan jukir nakal di Bazar Blitar Djadoel ternyata berbuntut panjang. Sejumlah jukir mengaku disuruh oleh Dinas Perhubungan untuk membayar parkir senilai Rp 3000 dan ditambah dengan penitipan helm sebesar Rp 2000. Katanya, pada karcis berhologram tersebut juga ada stempel penitipan helmnya.

“Ini yang menyuruh malah dishub dengan alasan, persentase kami selaku jukir mendapat untung 40 persen dan kami menyetor ke dishub senilai 60 persen,” jelas salah satu jukir yang biasa dipanggil Came.

Beberapa jukir juga menyayangkan sikap dishub kota yang tidak mau membantu menjelaskan ke pihak kepolisian agar teman mereka bisa dibebaskan.  “Kami pengin pihak dishub jujur dan memberikan keterangan yang benar terkait persentase keuntungan dan stempel penitipan helm. Apa berani jika jukir memungut uang parkir helm jika tidak ada inisiatif dan rekomendasi dari pihak Dishub Kota Blitar,” ujarnya.

Sementara, Kepala Dinas Perhubungan Kota Blitar ,Priyo Suhartono mengelak jika pihak dishub memerintahkan jukir untuk menarik biaya parkir Rp 5000 pada kegiatan Bazar Blitar Djadoel.  Dia hanya menawarkan kepada para jukir, agar bisa mendapat uang tambahan, para pelanggan parkir ditawari untuk menitipkan helm pada mereka dengan biaya tambahan Rp 3000.

“Jadi sifatnya bukan memaksa pelanggan parkir untuk menitipkan helm.  Hanya menawarkan saja,” kata Priyo.

Untuk diketahui, karcis parkir resmi di Kota Blitar saat ini ada hologram dan dibalik karcis ada stempel undian.  Tak hanya itu saat ini juga ada stempel penitipan helm Rp 2000, ini yang diresahkan masyarakat.

Reporter : Arief Juli Prabowo

Editor : Della Cahaya

Virus-free. www.avast.com
Follow Untuk Berita Up to Date