Juile Estelle Segera Ramah Hollywood?

Koranmemo.com – Aktris Julie Estelle baru-baru ini tampil dalam film terbaru produksi Netflix, The Night Comes for Us. Ia berperan sebagai pembunuh misterius yang membantu Ito (Joe Taslim) untuk melancarkan misinya. Akting Julie dalam film tersebut terbilang memukau dan menuai banyak pujian. Salah satunya dari netizen yang memandang bahwa Julie pantas jadi bintang Hollywood. Harapan tersebut langsung ditanggapi oleh Timo Tjahjanto, sutradara film The Night Comes for Us, yang menyatakan bahwa hal tersebut akan terwujud lebih cepat dari yang dibayangkan. Hal tersebut mengisyaratkan bahwa Julie Estelle kemungkinan akan segera masuk ke industri film Hollywood.

Kieran Fisher, seorang penulis dari filmschoolrejects.com, menyebut Julie Estelle adalah ratu film action masa depan. Julie mampu menghidupkan karakter yang diperankannya dengan baik. Dalam film The Night Comes for Us Julie menampilkan adegan-adegan pemusnahan brutal yang indah. Ia merupakan perwujudan sesuatu yang keren dan jahat. Joe Taslim dan Iko Uwais adalah bintang dalam film tersebut, sementara Julie-lah yang mencuri perhatian.

Berbagai tersebut bisa menjadi alasan bahwa aktris berusia 29 tahun ini layak berkarier di Hollywood yang bersinar di Hollywood. Selain itu, aspek-aspek berikut juga bisa menjadi alasan tambahan mengapa Julie Estelle memang layak menjadi bintang Hollywood.

  1. Pengalaman akting yang tidak diragukan lagi

Sejak mulai berkarier pada 1998, gadis keturunan Perancis, Manado, dan Tionghoa ini langsung terjun ke dunia akting. Film pertamanya pada masa kanak-kanak berjudul “Daun di Atas Bantal (1998)”. Kemudian, Julie Estelle lebih aktif sebagai seorang model. Ia pun membintangi film Dealova (2005) dan sukses memcuri perhatian ketika berperan sebagai Alexandria Yasmina dalam film Alexandria (2005). Kemudian sederet film horor yang dibintanginya, seperti Kuntilanak (1,2, dan 3) dan rumah dara membuatnya dicap sebagai artis spesialisasi film horor.

  1. Mampu bintangi berbagai genre film

Julie Estelle memang lebih dikenal sebagai bintang film horor. Namun, perannya dalam berbagai genre film lainnya pun tidak kalah memukau. Ia mampu menampilkan sosok wanita dewasa dalam film Alexandria dan karakter wanita petualang dalam film Filosofi Kopi. Ia pun mampu membawakan karakter Laras, gadis dengan bakat bernyanyi dan musik dalam film Surat dari Praha. Bahkan, demi film tersebut, Julie sampai les bernyanyi dan piano. Genre horor dan drama bisa dilahap habis olehnya. Hingga kemudian ia menampilkan adegan laga memukau dalam film The Raid 2 dan The Night Comes for Us.

  1. Raih banyak penghargaan di tanah air

Kemampuan akting Julie Estelle tidak menuai pujian semata tetapi juga meraih banyak penghargaan. Festival Film Jakarta 2007 adalah ajang penghargaan pertamanya tetapi ia hanya menjadi nominasi pemeran utama wanita terpilih dalam film “Selamanya”. Hingga akhirnya ia berhasil meraih penghargaan sebagai pemeran wanita utama terfavorit dan pasangan terbaik (bersama Tio Pakusadewo) dalam ajang Indonesian Movie Actor Awards 2016. Keduanya ia peroleh berkat perannya dalam film “Surat dari Praha”.

  1. Menguasai Bahasa Inggris

Bahasa Inggris menjadi salah satu aspek yang cukup diperhatiakan saat seorang aktris ingin merambah Hollywood. Penguasaan bahasa Inggris Julie Estelle terbilang baik. Hal ini terlihat dalam sejumlah wawancara atau promo film yang dijalaninya dengan media asing. Bahkan Sascha Stevenson, seorang vlogger asal Kanada yang tinggal di Indonesia pernah menilai penguasaan bahasa Inggrisnya cukup baik. Sascha, sebagai penutur asli Bahasa Inggris, mengungkapkan kesalahan pengucapan yang dilakukan Julie cukup rendah.

Melihat kualitas Julie Estelle di atas, tampaknya tidak mengherankan bila para praktisi film di atas melontarkan banyak pujian bagi Julie Estelle. Saat ini Julie Estelle memang sedang terlibat pembuatan film Foxtrot Six yang merupakan kolaborasi Indonesia dengan sutradara Hollywood, Mario Kassar. Film tersebut bisa menjadi batu loncatan baginya untuk benar-benar merambah Hollywood.

Editor:  Della Cahaya