Jual TKD, Kades Dijebloskan Lapas

Sidoarjo, koranmemo.com – Penyidik Kejaksaan Negeri Sidoarjo akhirnya menahan kepala desa (kades) Watu Tulis, Kecamatan Prambon Sidoarjo, Agung Wibowo alias Wowo’, Selasa, (09/05) sekitar pukul 22.00 WIB. Tersangka penjual tanah kas desa (TKD) setempat seluas 1,2 hektare ini  dijebloskan ke Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Delta Sidoarjo untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
“Hari ini, tersangka Kades Agung Wibowo secara resmi kami lakukan penahanan di lapas Sidoarjo,” ungkap Kasie Intelejen Kejaksaan Negeri Sidoarjo, Andri Tri Wibowo usai proses penahanan tersangka.
Lanjut Andri, sebelumnya tersangka sudah mangkir dari panggilan jaksa sebanyak dua kali sehingga dilakukan upaya penjemputan paksa di rumahnya oleh beberapa anggota dan dibantu  petugas kepolisian.
Dari informasi yang dihimpun koranmemo.com, tersangka dibawa ke kantor Kejaksaan Negeri Sidoarjo sejak keluar rumah pukul 19.30 WIB dan sesampai di Kantor Kejaksaan Negeri Sidoarjo langsung di lakukan pemeriksaan ke dalam salah satu ruangan Pidana Khusus (Pidsus) selama beberapa jam.
“Awalnya, dia diperiksa sebagai saksi. Setelah dilakukan pemeriksaan beberapa jam, malam ini juga kami naikkan statusnya sebagai tersangka dan langsung dilakukan penahanan,” jelas Andri.
Lebih lanjut, tersangka langsung dinbawa ke Lapas Kelas IIB Delta Sidoarjo usai dilakukan pemeriksaan selama beberapa jam.
Tersangka terindikasi melakukan penjualan tanah yang didalamnya ada tanah kas desa (TKD) seluas 1,2 hektar atau 1.200 meter persegi pada tahun 2015
 “Tanah tersebut, diuruk dan dikavling menjadi 13 kavling. Lalu dijual dengan harga variatif. Perkavling kisarannya mencapai puluhan juta rupiah,” kata Andri.
Dalam keterangannya, tersangka mengakui jika tanah tersebut merupakan tanah kas desa. Bahkan ada beberapa kapling yang sudah laku terjual. Selain itu, pihak penyidik juga mengantongi beberapa alat bukti kuat untuk menjadikan kepala desa sebagai tersangka.
“Soal kerugiannya masih kami hitung. Yang jelas penyidikan terus dilanjutkan,” tandasnya.
Tersangka telah melanggar pasal 2 dan 3 UU nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Reporter: Yudhi Ardian

Editor: Achmad Saichu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.