Jobong Sumur di Toyoresmi dan Misteri Air Jernih Yang Mengalir Terus Menerus

Share this :

Kediri, koranmemo.com – Sejak ditemukanya Jobong Sumur di Dusun Besuk Desa Toyoresmi Kecamatan Ngasem, warga tak henti-hentinya berdatangan untuk melihat kondisi saat ini. Yang terbaru kondisinya saat ini di sekitar Jobong Sumur di beri pembatas batu melingkar dan ada sebuah timba warna oranye di samping timur sumur.

Sesekali warga mengambil air jobong sumur ini untuk membasuh muka dan menyiramkan ke kaki dan tangan. Belum diketahui kasiatnya apa namun warga sekedar mencoba saja. Yang terlihat air dari dalam sumur tersebut sangat jernih hingga dasar kedalaman terlihat jelas dan air tersebut mengalir terus menerus. Kondisi air sungai saat ini berada di bawah jobong sumur.

Sumani Kepala Desa Toyoresmi mengakui keberadaan Jobong Sumur ini tak lepas dari nama desanya yaitu Toyoresmi. Bila diartikan dalam bahasa Jawa Toyo adalah air kehidupan dan resmi adalah terbuka atau mengalir jadi bisa diartikan air yang mengalir terus menerus. Sumani berencana akan membersihkan ilalang di sekitar lokasi.

“Kami akan menjaga dan merawat serius cagar budaya ini. Untuk prosesnya kami akan berkoordinasi dengan Pemkab Kediri karena hal ini untuk dijadikan wisata religi dan kita juga usulkan untuk jobong sumur ini ditambahi Bis Beton dan saya mencoba kualitas air dari Jobong Sumur. Karena sudah ada yang mengambil untuk eksperimen dan katanya hasilnya bagus,” ujarnya.

Ditambahkan, jika dikaitkan dengan kondisi saat ini di sekitar DesaToyoresmi berdekatan dengan kawasan situs purbakala seperti thothok kerot, kawasan Pamenang dan yang terbaru dengan kawasan temuan sumber air di Sumberrejo Ngasem yang disebut Joko Towo. Terlebih ada rencana pembangunan GOR di Bulupasar dan ini jika dikaitkan secara garis lurus tembus keToyoresmi.

“ Ada dusun Besuk yang setono Kabul sebuah makam tua yang disebut makamnya seorang tokoh sesepuh pada masanya. Dan bisa jadi pengertian Besuk adalah jika esok hari desa menjadi Toyoresmi dan terkabul. Ini pemahaman yang saya ketahui dan keberadaan Jobong Sumur ini seperti mengaitkan sejarah Toyoresmi,” imbuhnya.

Ditambahkan, terkait dengan air yang mengalir terus menerus belum bisa dipastikan untuk diminum secara langsung. Sejauh ini warga masih menggunakan untuk cuci muka dan mambasuh tangan dan kaki. Sumani optimis kedepanya keberadaan Jobong Sumur akan menjadi daya tarik masyarakat dan bisa dikembangkan.

Reporter Bakti Wijayanto
Editor Achmad Saichu