JNK akan Lanjutkan Pembangunan Tugu Iconic di Gerbang Tol Madiun

Share this :

Madiun, koranmemo.com – PT Jasa Marga Ngawi Kertosono Kediri (JNK) yang mengelola jalan tol Ngawi Kertosono akan melanjutkan pembangunan Tugu Iconic di Simpang Susun (SS) Gerbang Tol (GT) Madiun.

Direktur Utama PT JNK, Dwi Winarsa, pembangunan tahap pertama Tugu Iconic yang telah berdiri saat ini baru 90 persen dan akan diselesaikan tahun ini.
Pembangunan tahap kedua nantinya, akan ada penambahan tulisan JNK serta logo perusahaan termasuk logo Kementerian PU PR.

“Pembangunan Tugu Iconic akan dilengkapi dengan penambahan huruf JNK tinggi sekitar 1.5 meter dari bahan acrylic dengan pencahayaan tinggi. Huruf JNK tersebut ditempatkan sebelah kanan tugu dan pelaksanaannya akan dikerjakan pada tahun ini,” jelasnya.

Sebelumnya, Tugu Iconic tersebut sempat dipermasalahkan dan jadi viral karena dinilai mirip lambang palu arit. Namun telah dibantah pihak JNK jika hal itu tidak benar.

Menurut Dwi, Tugu Iconic tersebut  menggambarkan logo perusahaan yang berfungsi sebagai branding perusahaan.
“Tugu itu, juga sebagai penanda bagi pemakai jalan yang belum mengetahui akses gerbang tol Madiun,” jelasnya.

Dijelaskan, jika dilihat dari sisi sudut tertentu Tugu Iconic membentuk huruf J-N-K. Tugu menjulang vertikal jika dilihat dari arah barat ke timur membentuk huruf “J”.

Lengkung jalan tol yang melingkar jika dilihat dari atas akan membentuk huruf “N”. “Serta yang terakhir, secara keseluruhan jika dilihat dari arah SS Madiun ke arah timur akan membentuk huruf “K”,” jelas Dwi.

Sedangkan, filosofi logo JNK berbentuk lingkaran biru yang melambangkan bahwa dalam menjalankan bisnis, Perusahaan mengikti kaidah-kaidah universal yang berlaku _(global act).
Tugu warna putih menjulang melambangkan bahwa Perusahaan berorientasi pada pertumbuhan _shareholder value,_ dan peningkatan _prosperity_ stakeholder dengan memperhatikan prinsip Good Corporate Governance.

“Lengkung jalan tol berwarna kuning melambangkan Perusahaan senantiasa memberikan layanan jalan tol terbaik yang berorientasi kepada pelanggan,” ujar Dwi.

Terkait lokasi penempatan tugu di simpang susun gerbang tol Madiun, Dwi menyebut, itu merupakan akses strategis sebagai  keluar masuk kendaraan yang akan menuju Kota/Kabupaten Madiun, Ponorogo, Magetan, Pacitan dan sekitarnya.
“Kami mencatat di GT Madiun memiliki volume lalu lintas tertinggi dibandingkan dengan GT lainnya seperti Caruba  maupun Nganjuk,” tambahnya.

Reporter Juremi

Editor Achmad Saichu