Jibom Sterilkan 35 Gereja

Share this :

Mojokerto, koranmemo.com – Temuan tas mencurigakan yang sempat dikira bom, Kamis (22/12), disikapi serius oleh pihak kepolisian. Mereka menganggapnya sebagai teror yang sengaja dilakukan pihak tertentu menjelang perayaan Natal 2016 dan tahun baru 2017. Untuk mengantisipasi ancaman lebih serius, tim penjinak bom (Jibom) Gegana Sat Brimob Polda Jatim diterjunkan untuk melakukan sterilisasi 35 gereja di Kota Mojokerto. “Kebetulan Kamis ada temuan seperti itu (tas mencurigakan), kami harus antisipasi dengan prosedur yang sesuai,” kata Kapolres Kota Mojokerto, AKBP Nyoman Budiarja kepada wartawan, Jumat (23/12).

Melihat ada tindakan menebar teror di masyarakat, lanjut Nyoman, pihaknya melakukan berbagai upaya antisipasi ancaman teror. Salah satunya meminta bantuan tim Jibom Gegana melakukan sterilisasi 35 gereja. “Untuk menjamin keamanan perayaan Natal, masalah keamanan kami lakukan sterilisasi selama dua hari, yakni kemarin (Kamis) dan hari ini (Jumat),” terangnya.

Tidak hanya itu, kata Nyoman, pihaknya juga akan menerjunkan 300 personel Polres Kota Mojokerto untuk menjaga 35 gereja di wilayah hukumnya. Pasukan itu belum termasuk bantuan dari unsur TNI dan relawan. “Kami pam semua gereja. Kami tempatkan 4-5 personel bahkan ada yang lebih dari 10 personel untuk gereja besar dan yang pernah dibom. Penjagaan sesuai rangkaian kegiatan dari gereja,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Abdul Kohar (51), seorang pencari rumput asal Lingkungan Keboan Kelurahan Gununggedangan Kecamatan Magersari Kota Mojokerto, Kamis (22/12) sekitar pukul 08.00 WIB, menemukan sebuah tas mencurigakan di tepi by pass Mojokerto. Namun setelah diledakkan oleh tim Jibom Gegana, ternyata tas tersebut berisi sebuah bola plastik yang dipenuhi serbuk bata merah dan potongan besi. (ag)