Jembatan Jalan Kebangetan Ambrol, Warga Perbaiki Akses Alternatif

Trenggalek, Koranmemo.com – Sebuah jembatan di Jalan Kebangetan Trenggalek yang menghubungkan Desa Pogalan dengan Desa Sambirejo ambrol. Jembatan sepanjang sekitar tiga meter itu ambrol pasca diterjang derasnya aliran sungai yang meluap akibat tingginya curah hujan. Untuk saat ini jalan tersebut belum dapat dilalui kendaraan bermotor.

Jembatan itu ambrol pada Minggu (1/3) sekitar pukul 15.00 WIB. Pasca ambrol warga memasang tiga batang bambu sebagai akses sementara bagi warga agar perekonomian tidak melumpuh. Pasalnya jalan tersebut menjadi jalan utama bagi warga. “Sudah seperti jalan utama. Ada akses lain, tapi jauh,” kata warga RT 26/RW 13 Desa Pogalan, Damini di lokasi, Senin (2/3).

Selain akses perekonomian warga, jalan itu menjadi akses utama para siswa yang tinggal di wilayah Kecamatan Pogalan. Banyak sekolah baik tingkat jenjang menengah pertama hingga jenjang menengah atas di wilayah Kecamatan Trenggalek. “Banyak juga yang putar balik. Kami berharap segera diperbaiki,” ujar Damini, diamini Katini dan warga lainnya.

Selain memasang tiga bambu sebagai jalan untuk akses sementara, warga sekitar bahu membahu membenahi alternatif jembatan lainnya. Jembatan yang terletak tak jauh dari lokasi itu sebelumnya jarang difungsikan warga. “Warga sini memasang pagar pembatas. Jembatan ini difungsikan, tapi hanya sebagai tembusan saja,” kata Ketua RT 15/RW 05 Desa Sambirejo, Jaiman.

Jembatan alternatif yang dibangun sekitar setahun lalu oleh warga sekitar itu hanya dapat dilalui roda dua. Warga membangun jalan alternatif itu setelah jembatan di Jalan Kebangetan itu ambrol. “Ambrolnya sekitar tahun lalu, lalu diperbaiki sementara dengan gelugu (pohon kelapa). Tapi kemarin sore rusak kena banjir,” ujarnya.

Jembatan antar desa itu bakal segera diperbaiki pemerintah. Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Trenggalek, Ramelan, saat meninjau lokasi. “Prinsipnya jangan sampai akses, perekonomian warga terputus,” kata Ramelan. Perbaikan jembatan itu bakal menggunakan dana emergency.

Selain jembatan tersebut, fasilitas lainnya yang rusak, lanjut Ramelan, juga diperbaiki menggunakan dana emergency. Diantaranya adalah bangunan jembatan di wilayah Kedunglurah, Jati Perahu hingga Munjungan. Syaratnya bangunan dinilai vital. “Karena kalau menggunakan APBD perlu proses panjang,” pungkasnya.

Untuk diketahui, hujan lebat yang terjadi sejak Minggu (1/3) siang mengakibatkan kerusakan di sejumlah tempat. Mengutip laporan harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek, kerusakan juga dilaporkan terjadi di wilayah Jembatan Jati Perahu dan sejumlah kerusakan lainnya.

Reporter: Angga Prasetya
Editor: Della Cahaya