Jembatan Darurat Desa Krisik Sudah Bisa Difungsikan

Share this :

Blitar, koranmemo.com –  Perbaikan sejumlah fasilitas umum  tiga hari pasca dihantam banjir bandang  di Dusun Barurejo, Desa Krisik,  Kecamatan Gandusari terus dilakukan. Sejumlah petugas dan warga  mulai bahu-membahu membuat jembatan darurat.

Meski hanya terbuat dari bambu, setidaknya dengan jembatan itu  aktivitas warga kembali normal sedia kala. Dan yang lebih penting lagi, warga tak lagi terisolir. Jembatan darurat yang dibangun yakni terletak di Dusun Barurejo, Desa Krisik, Kecamatan Gandusari. Jembatan ini menghubungkan antaran Barurejo dengan Dukuh Sumbernanas, masih di desa yang sama.

“Yang paling diharapkan, aktivitas warga kembali normal. Apalagi, warga sini banyak yang menggunakan jembatan itu untuk  mengantarkan susu perah ke  lokasi penampungan di pabrik,” kata Kepala Desa Krisik,  Hari Budi Setiawan, Minggu (2/2).

Dijelaskan oleh Hari, di desanya hanya jembatan Barurejo yang menghubungkan dengan Sumbernanas yang paling terdampak. Jembatan ini  menjadi urat nadi perekonomian warga.  “Sebelumnya ini putus tidak bisa digunakan sama sekali. Makanya dengan adanya jembatan darurat ini cukup membantu. Meski hanya  dari bamboo, setidaknya  bisa digunakan sementara,” katanya.

Mulai kemarin jembatan sudah bisa digunakan. Untuk spesifikasinya  panjangnya sekitar  6,5 meter sementara lebar sekitar  dua meter. Untuk menopang berat, di bawah jembatan juga dipasangi dengan penahan. Warga berharap, jembatan itu cukup kuat dan bisa menahan  ketika ada terjangan. “Harapannya jangan sampai ada lagi banjir bandang,” harapnya.

Sementara itu, Kepala BBPD Kabupaten Blitar, Achmad Cholik sesuai dengan rencana awal,  jembatan itu nantinya bakal ditangani oleh Balai Besar Wilayah Sungai atau BBWS.   Nantinya, jembatan bakal dibangun lagi. Dan tim dari BBWS sendiri sudah turun. “Mudah-mudahan cepat terlaksana,” katanya.

Kepala BBPD Kabupaten Blitar, Achmad Cholik mengatakan, sampai sejauh ini  untuk jembatan yang rusak atau putus bakal dibuatkan sesek darurat. Sebelumnya, memang sudah ada satu jembatan darurat, tetapi ternyata ikut terbawa banjir. Rencananya, Pemkab Blitar bakal berkoordinasi dengan  Balai Besar Wilayah Sungai atau BBWS dan Kementerian PUPR dalam rangka penanganan  jembatan dan sungai.

Seperti diketahui,   banjir bandang menghantam  perkampungan di Dusun Barurejo, Desa Krisik, Kecamatan Gandusari, Kamis (30/01). Akibat banjir bandang yang terjadi sore hari sekitar pukul 15.00 itu, merusak sejumlah fasilitas umum (fasum) berupa jembatan rusak alias putus. Tak hanya itu, banjir bandang berupa air coklat pekat bercampur dengan kayu gelondongan itu juga merusak satu rumah milik Ngatelin yang terletak di Dusun  Barurejo, atau tepatnya di RT 03/RW 01.

Tiga jembatan putus dan dua jembatan  rusak total. Untuk jembatan putus terleteak di RT 04/ RW 3 di Dusun Barurejo. Akibatnya,  sedikitnya 75 kepala keluarga atau KK terisolir. Untuk jembatan yang terletak di RT 02/RW 03 juga putus dan mengakibatkan 10 kepala keluarga terisolir. Jembatan putus yang lain terletak di RT 02/RW 02 di Dusun Barurejo, Desa Krisik mengakibatkan  75 kepala keluarga juga sempat terisolir. Hanya saja,  masih ada jalan lain atau alternative untuk keluar desa.  “Untuk jembatan yang terletak di RT 02/RW 02 yang menghubungkan  RT 03/RW 01  masih bisa dilewati.

Reporter: Aziz Wahyudi

Editor: Della Cahaya

 

Follow Untuk Berita Up to Date