Jembatan Ambrol, Jalur Transportasi 3 Kecamatan Terisolir

Trenggalek, Koran Memo – Jembatan yang baru saja dikerjakan sekitar tiga bulan lalu oleh salah satu rekanan di Kota Trenggalek sendiri, dimana menyerap APBD sebesar Rp1miliar lebih, kini kondisinya rusak karena mengalami amblas akibat luapan air sungai yang berada di Desa Mlinjon, Kecamatan Suruh, Kabupaten Trenggalek, (7/4) sekitar pukul 15.30 WIB.

Kondisi Jembatan Mlinjon yang tergerus arus sungai hingga mengakibatkan terhambatnya jalur Transportasi 3 Kecamatan
Kondisi Jembatan Mlinjon yang tergerus arus sungai hingga mengakibatkan terhambatnya jalur Transportasi 3 Kecamatan

Menurut Martini (33) warga setempat, ambrolnya jembatan mulai terjadi kemarin siang (8/4) tepatnya pukul 14.00 WIB saat hujan mengguyur desa yang ditinggalinya nya dengan sangat deras selama 3 jam tanpa henti hingga mengakibatkan peningkatan debit air sungai dan arus air sungai menjadi begitu deras.

Sedangkan dinding plengsengan yang lokasinya berada disebelah kanan jembatan tersebut mengalami ambrol akibat tidak mampu menahan derasnya arus air sungai. Akibatnya bibir jembatan yang memiliki kedalaman sekitar 8meter dari dasar sungai juga ikut ambrol.

Dampak dari putusnya jembatan ini kendaraan roda empat dapat dipastikan tak bisa menggunakan akses jalur transportasi ini. Selain itu juga akibat dari amblasnya jembatan ini urat nadi perekonomian masyarakat yang tinggal ditiga kecamatan yaitu Kecamatan Dongko, Kecamatan Suruh dan Kecamatan Karangan juga terganggu.

Saat ini warga Desa Mlinjon bergotong royong membuat jembatan darurat yang terbuat dari batang bambu yang mana hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua saja.

Sementara Murjito (40) warga desa setempat berharap agar Pemkab segera melakukan perbaikan atas putusnya jembatan ini. “Saya berharap pemerintah setempat tak tutup mata dalam hal ini dengan segera memperbaiki jembatan ini sesegera mungkin,” ucapnya kepada Koran Memo Sabtu (11/4).

Seperti yang diketahui sebelumnya pembangunan jembatan Pengkol Desa Mlinjon ini dibiayai dari APBD tahun 2014 dengan anggaran Rp 1,2 miliar lebih. Hal ini diperuntukkan agar akses jalan warga lebih mudah dan murah .

Sedangkan pelaksanaan pekerjaan jembatan ini membutuhkan waktu selama 135hari masa kerja yang dimulai pada 11 Agustus 2014 dan berakhir pada 25 Desember 2014. Kendati demikian belum usai masa pemeliharaan yang seharusnya berakhir bulan Juni tahun ini, jembatan Pengkol ini ternyata sudah tak bisa difungsikan alias jebol. (haz)

Follow Untuk Berita Up to Date