Jelang UN, Sekolah Mulai Koordinasi Siswa Inklusi

Kediri, koranmemo.com – Persiapan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tahun ajaran 2019/2020, sekolah mulai melakukan koordinasi dengan Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Provinsi Jawa Timur (Jatim) wilayah Kota dan Kabupaten Kediri. Sementara ini, sudah ada satu SMA swasta yang melakukan koordinasi mengenai siswa inklusi sebagai peserta UN.

Menurut Kasi SMA dan PK-PLK Cabdindik Provinsi Jatim wilayah Kota dan Kabupaten Kediri, Prayitno, sesuai Surat Keputusan (SK) Kepala Disdik Jatim Nomor 188.4/1084/101.4/2019 tentang penunjukan SMA dan SMK Negeri penyelenggara pendidikan inklusif Provinsi Jatim tahun ajaran 2019/2020, ada enam sekolah, tiga SMA Negeri dan tiga SMK Negeri.

Untuk Kota Kediri, ada dua sekolah yang ditunjuk sebagai penyelenggara pendidikan inklusif. “Dua sekolah ini adalah SMA Negeri 3 Kota Kediri dan SMK Negeri 3 Kota Kediri. Namun, untuk kelas XII masih belum ada, jadi untuk pelaksanaan UN inklusif belum ada,” ujarnya, Rabu (23/10).

Sementara itu Staf Pengolah Data UN dan USBN SMA dan PK-PLK, Yazid Bastomi mengatakan, dari enam sekolah, dua sekolah di wilayah Kabupaten Kediri yaitu SMA Negeri 1 Grogol dan SMK Negeri 1 Ngasem ada siswa inklusif kelas XII. Namun, sementara ini masih belum melakukan koordinasi calon peserta UN.

Justru dari sekolah swasta, SMA Muhammadiyah sudah melakukan koordinasi salah satu siswanya untuk pendaftaran sebagai calon peserta UN. “Kalau SMA Muhammadiyah ini tidak masuk dalam SK, tapi sudah melaksanakan pendidikan inklusif. Setidaknya dalam beberapa tahun terakhir, untuk UN 2019/2020 ada satu anak,” ucapnya.

Untuk SMA Negeri 1 Grogol, lanjutnya, sementara ini masih diperoleh informasi ada satu siswa inklusif kelas XII dan di SMK Negeri 1 Ngasem ada empat siswa inklusif kelas XII. Cabdindik masih menunggu koordinasi dari pihak sekolah, pasalnya untuk mengetahui kondisi tertentu siswa, seperti tuna netra, low vision, anak berkebutuhan khusus (ABK), sakit, maupun terlibat masalah hukum.

Bagi siswa inklusif, tetap bisa mengikuti UN berbasis komputer (UNBK) ataupun karena keterbatasan siswa dapat mengikuti UN Kertas dan Pensil (UNKP). “Tetap ada guru pendamping selama proses UN nanti. Guru pendamping akan mengarahkan bahkan membantu siswa untuk menekan tombol pilihan jawaban sesuai dengan jawaban yang dipilih siswa,” imbuhnya.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu
Editor Irwan Maftuhin

Follow Untuk Berita Up to Date