Jelang Tes SKD CPNSD, Sidak BKN Regional II Jatim 

Ponorogo, koranmemo.com – Badan Kepegawaian Nasional ( BKN) Regional II Jatim, melakukan Inspeksi Mendadak ( Sidak) menjelang H-2 pelaksanaan Tes Seleksi Kompetensi Dasar ( SKD) CPNSD 2019, yang diselenggarakan oleh Pemkab Ponorogo.

Tampak, Kepala BKN Regional II Jatim Tauchid Djatmiko memimpin langsung sidak yang dilakukan di Expotorium Universitas Muhammadiyah ( Unmuh) Ponorogo tersebut, Kamis (13/2).Dari hasil pemantuanya di lokasi pelaksanaan tes SKD itu, selain mengapresiasi kesiapan tempat dan fasilitas yang telah mencapai 95 persen. BKN Jatim memberikan evaluasi keberadaan Network HUB ( alat penghubung komputer dalam satu jaringan .red) berbahan plastik.

Pasalnya, alat yang berbahan dasar plastik ini dapat terbakar, mengingat  penggunaan yang cukup lama saat tes.” Itu yang jadi atensi kita. Bahannya yang mudah terbakar bila terkena panas dapat mengganggu kelancaran tes. Kita minta panitia mensiasatinya,” ujar Kepala BKN Regional II Jatim Tauchid Djatmiko.

Tauchid menegaskan, pelarangan penggunaan sabuk ( Gasper) berbahan dasar metal oleh peserta tes saat mengikuti tes SKD. Pasalnya, penggunaan Gasper tersebut dapat mengganggu kelancaran server dan rawan kecurangan.” Sabuk metal tidak boleh masuk. Kita tahu alat digital zaman sekarang canggih-canggih. Itu rawan untuk dibuat curang. Kita tidak mau kelancaran tes terganggu,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pembinaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Ponorogo Winarko Arief mengatakan, selain Ponorogo. Expotorium Unmuh juga akan digunakan oleh Pemkab Madiun dan Pacitan untuk seleksi Tes SKD CPNSD 2019.

Penyelenggaraan tes sendiri dilakukan mulai tanggal 15 hingga 21 Februari, dengan total peserta mencapai 18.000, dimana 8.239 orang diantaranya merupakan peserta seleksi CPNSD Ponorogo.” Ada 8.239 yang Ponorogo. Kita bagi 5 sesi selama 6 hari, Tiap sesi kita jatah 275 peserta,” ujarnya.
Terkait fasilitas, Winarko mengaku pihaknya menyiapkan 300 komputer dengan cadangan 25 unit. Terkait anggaran pelaksanaan penjaringan abdi negara Ponorogo ini pihaknya menganggarkan Rp 1,3 miliar dalam APBD 2020 ini.” Ada 300, yang dipakai 275 unit. Sisanya cadangan. Anggaran pelaksanaan ini Rp 1,3 miliar,” pungkasnya.
Reporter Zainul Rohman
Editor Achmad Saichu

 

Follow Untuk Berita Up to Date