Jelang Pilwali Blitar, Bawaslu Awasi Kampanye via Jejaring Sosial

Share this :

Blitar, koranmemo.com – Kampanye pasangan calon wali kota dan wali Kota Blitar menjadi atensi Bawaslu Kota Blitar. Salah satu yang diawasi kaitannya dengan kampanye via jejaring sosial.

Nah, Bawaslu sendiri pasang mata soal netralitas aparatur sipil negara. Bawaslu mewanti-wanti agar para ASN, tidak nge-like ataupun berkomentar ketika salah satu calon memposting berita.

“Jangankan komentar, sekadar like itu tidak diperbolehkan. Jika ditemukan, yang bersangkutan akan kami temui untuk memastikan kebenarannya,” kata Komisioner Bawaslu Kota Blitar dari Divisi Pengawasan, Humas dan Hubungan Antar Lembaga Abdul Azis Al- Kaharudin.

Dikatakan, ada sanksi bagi ASN yang kedapatan melanggar. Dia menyebut sanksinya diserahkan ke instansi yang menaungi ASN. Hanya saja bawaslu tak bisa langsung memberikan sanksi. “Kalau yang bersangkutan memang mengakui, Bawaslu tentu koordinasi dengan pemkot. Seperti Pemkot dalam hal ini BKD (Badan Kepegawaian Daerah). Bawaslu tidak punya wewenang,” jelasnya.

Baca Juga: Jelang Pilwali Blitar, Bawaslu Awasi Kampanye via Jejaring Sosial

Diakuinya, selama berlangsung pihaknya menemukan adanya dugaan pelanggaran. Yajni ada ASN yang terindikasi mendukung salah satu pasangan calon. “Cuma indikasi saja. Setelah kami cek ternyata sudah pensiun. Kan pensiun sudah tidak menjabat ASN,” katanya.

Dijelaskan, indikasi pelanggaran ketika masa awal-awal kampanye. Hingga kini pasca kampanye belum menemukan indikasi pelanggaran.

Baca Juga: Polres Kediri Gelar Rakor Tolak Unjuk Rasa Anarkis 

Meski begitu, pihaknya bakal terus mengawasi geliat para calon. Baik melalui tatap muka ataupun media sosial. Beberapa waktu lalu sudah membentuk tim khusus kaitannya pengawasan medsos. “Kalau medsos sudah ada tim cyber yang bertugas memantau kampanye lewat medsos. Medsos juga menjadi pengawasan serius,” katanya.

Reporter Abdul Aziz Wahyudi
Editor Achmad Saichu