Jelang Pilkades Serentak, Antisipasi Terjadinya Konflik

Nganjuk, koranmemo.com – Beberapa hari menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (pilkades) serentak, pemerintah Kabupaten Nganjuk terus mematangkan persiapan. Menurut jadwal, pilkades gelombang ketiga akan diselenggarakan pada Selasa (26/11) mendatang, diikuti oleh 19 Desa yang tersebar di 12 Kecamatan.

Wakil Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi mengatakan, salah satu persiapan yang dilakukan adalah mengantisipasi terjadinya konflik dan sengketa pasca pelaksanaan Pilkades serentak. Marhaen mengatakan, pemkab bersama instansi terkait lainnya terus melakukan sosialisasi dan diklat khusus hingga tingkat panitia pilkades.Hal itu dilakukan sebagai upaya agar tidak menimbulkan konflik horizontal di tengah masyarakat, serta mengeliminasi permasalahan hukum pasca pilkades. Wabup Marhaen menyampaikan jika pemilihan kepala desa merupakan sebuah kompetisi dalam demokrasi.

“Yang namanya pemilihan itu nanti pasti akan ada yang menang dan kalah. Karena itu kami menghimbau agar siapapun yang menang atau kalah, masyarakat Kabupaten Nganjuk tetap menjaga kerukunan dan kondusifitas,” jelasnya.

Wabup Marhaen menandaskan jika posisi pemerintah daerah netral dalam pelaksanaan Pilkades serentak ini. Ia menghimbau agar pihak-pihak yang merasa dirugikan menempuh jalur hukum, mengingat Indonesia merupakan negara hukum.

“Negara kita ini kan merupakan negara hukum, jadi bagi yang merasa dirugikan silahkan mengambil langkah hukum. Tidak perlu melakukan demo. Kami mempersilahkan pihak yang dirugikan untuk menggugat secara hukum,” tandasnya.

Reporter Andik Sukaca

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date