Jelang Pilkada 2020, Ini Yang Dilakukan Bawaslu Kab Blitar untuk Para Pengawas

Blitar, koranmemo.com – Pandemi Covid-19 tidak membuat tahapan pilkada 2020 berhenti. Bawaslu Kabupaten Blitar tetap menjalankan tugasnya.

Agar pelaksanaan di lapangan sesuai dengan protokol kesehatan, seluruh pengawas pemilihan di jajaran dilengkapi alat perlindungan diri (APD) selama bertugas.

Hal itu diungkapkan Ketua Bawaslu Kabupaten Blitar Abdul Hakam Sholahuddin. Dikatakan, sesuai hasil rapat koordinasi bersama Pemerintah Kabupaten Blitar, pihaknya memastikan seluruh pengawas pemilihan tidak hanya dilengkapi APD namun juga mengikuti rapid test. Keputusan ini menjadi langkah dari pengawas pemilihan untuk memenuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

“Masker, face shield, sarung tangan, hand sanitizer, multivitamin, serta rapid test Covid-19 bagi seluruh pengawas di berbagai tingkatan akan di-handle Pemerintah Kabupaten Blitar melalui dinkes,” kata Hakam, Jumat (12/6).

Hakam menambahkan, Pilkada 2020 digelar sesuai dengan anjuran protokol kesehatan. Oleh sebab itu dari segi jumlah jajaran pengawas juga terdampak. Pasalnya jumlah tempat pemungutan suara (TPS) juga bertambah karena mematuhi aturan maksimal 500 pemilih per TPS.

“Untuk itu di Kabupaten Blitar ada penambahan 200 TPS. Dari 2078 TPS akan menjadi 2.278 TPS. Jumlah Pengawas TPS (PTPS) otomatis ikut bertambah. Karena setiap TPS ada satu PTPS,” ungkap Hakam.

Mengenai teknis perekrutan PTPS, lanjut Hakam, akan dilaksanakan oleh Panwas di tingkat kecamatan. Namun, sampai dengan saat ini Bawaslu menunggu surat resmi dari Bawaslu RI dan povinsi untuk pengaktifan lembaga adhoc pengawas pemilihan di tingkat kecamatan dan desa.

Reporter Abdul Aziz Wahyudi
Editor Achmad Saichu