Jelang Pilbup Kediri, Dispendukcapil Kebut Perekaman KTP-el Pemilih Pemula

Share this :

Kediri, koranmemo.com – Menjelang pemilihan bupati (Pilbup) Kediri yang digelar Rabu (9/12), Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Kediri melakukan perekaman secara keliling dari desa ke desa mulai Kamis (1/10) dengan sasaran rekam KTP el pemilih pemula usia 17.

Secara umum pemilih pemula yang akan direkam KTP el ada 12.177. Dalam perekaman data KTP-el ini Dispendukcapil Kabupaten Kediri berkoordinasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kediri, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pihak kecamatan dan pemerintah desa setempat.

Adapun sasaran untuk rekam e-KTP keliling ini adalah masyarakat Kabupaten Kediri yang pada 30 September 2020 telah berusia 17 tahun. Dispendukcapil akan memaksimalkan proses perekaman e-KTP agar masyarakat mendapat haknya mengikuti Pilkada 2020. Tentunya sesuai mekanisme yang ada.

Wirawan Kepala Dispendukcapil Kabupaten Kediri melalui Randy Agatha, Kabid Pelayanan Pencatatan Sipil Dispendukcapil mengatakan nantinya bagi yang belum memiliki e-KTP, pada saat usia 17 tahun kita rekam dan mendapat e-KTP. Sehingga nanti pada 9 Desember 2020, seluruh masyarakat sesuai syarat berumur 17 tahun, dapat melakukan pencoblosan.

Aturan terkait perekaman dan pencetakan e-KTP terbaru sejak bulan Juni kemarin. Kalau sebelumnya perekaman e-KTP dapat dilaksanakan sebelum penduduk usia 17 tahun, kemudian cetaknya saat usia sudah 17 tahun. Namun saat ini aturan tersebut tidak dapat digunakan lagi.

Mantan Kepala BPBD Kabupaten Kediri ini menambahkan, tidak bisa lagi perekaman dan pencetakan terpisah. Sekarang syaratnya keduanya harus saat usia sudah 17 tahun.Karenanya sampai 30 September 2020 , penduduk yang berusia 17 tahun itu kita maksimalkan untuk perekaman dan pencetakan.

Ditambabkan, pihaknya hanya memproses sesuai ranah terkait pendataan, perekaman, dan pencetakan e-KTP. Dipastikan nanti penduduk dapat melakukan perekaman dan pencetakan. Kemudian untuk proses selanjutnya mengenai hak suara pencoblosan itu sudah kewenangan KPU.

“ Untuk data sifatnya sangat dinamis. Artinya ketika dicatat saat ini hingga pelaksanaannya nanti, tentunya masih ada kemungkinan penambahan atau pengurangan data. Kemudian penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan proses pendataannya, akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan KPU,” imbuhnya.

Reporter Bakti Wijayanto
Editor Achmad Saichu