Jelang Pilbup Kediri, Bawaslu Temukan Puluhan Dugaan Pelanggaran ASN

Share this :

Kediri, koranmemo.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Kediri menemukan puluhan dugaan pelanggaran yang melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam proses tahapan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) Kediri 2020. Temuan ini pun nantinya akan diajukan ke Komisi ASN (KASN).

Anggota Bawaslu Kabupaten Kediri Divisi Penindakan Pelanggaran, Sukari menjelaskan, Bawaslu memperoleh informasi awal bahwa ada keterlibatan ASN. “Kami beritahukan bahwa dalam proses awal ini masih sebatas dugaan yang nantinya diputuskan oleh KASN,” jelasnya, Rabu (2/9).

Menurut Sukari, dari hasil pemeriksaan dan pengawasan, ada dugaan keterkaitan ASN yang bertentangan dengan netralitas ASN pada proses tahapan pemilihan. Seperti yang disampaikan sebelumnya, sampai saat ini Bawaslu sudah mengirimkan tiga rekomendasi kepada KASN terkait dugaan tersebut.

Saat ditanya mengenai jumlah ASN yang diduga melakukan pelanggaran mencapai puluhan orang, Sukari pun mengiyakan. “Kalau yang diperiksa ada puluhan ASN, saya katakan iya. Karena keterlibatan mereka pada suatu kegiatan. Tentunya kami akan proses dan disampaikan di papan, namun itu bukan statmen,” katanya.

Mengenai dugaan pelanggaran yang ditemukan oleh Bawaslu, menurut Sukari, Bawaslu belum bisa menyampaikan secara detail. “Ini kan masih proses penanganan dugaan pelanggaran, kami belum bisa menyampaikan secara rinci, mari saling menghormati hak mereka,” ujarnya.

Perlu diketahui, pada papan pengumuman di kantor Bawaslu Kabupaten Kediri dalam Formulir Model A.13 terdapat 20 nama ASN. Formulir tersebut yaitu pemberitahuan tentang status temuan dengan nomor surat 004/TM/PB/Kab /16.18/VII/2020.

Dalam pengumuman tersebut, diduga memenuhi unsur-unsur pelanggaran nilai dasar kode etik dan kode perilaku sebagaimana tersebut pada ketentuan Undang-Undang (UU) Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN.

“Untuk selanjutnya diteruskan kepada KASN untuk ditindaklanjuti sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku,” tulis pengumuman tersebut.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu

Editor : Achmad Saichu