Jelang Pergantian Musim, TNI-Polri Bersihkan Sampah di Sungai 

Share this :

Trenggalek, koranmemo.com –Puluhan personel gabungan dari jajaran Kodim 0806 dan Polres Trenggalek melakukan bersih-bersih sampah di sungai induk hingga anak sungai tersebar beberapa wilayah di Trenggalek, Jumat (11/10). Aksi bersih-bersih yang juga diikuti beberapa kalangan itu untuk meminimalisir dampak banjir akibat tumpukan sampah yang menjadi penyumbat sirkulasi air sungai.

Kapolres Trenggalek, AKBP Jean Calvijn Simanjuntak menyebut, kegiatan ini bakal dilakukan secara berkesinambungan untuk menyambut pergantian musim dari kemarau ke hujan. Pencegahan sejak dini itu diharapkan mampu menanggulangi dampak banjir seperti yang acap kali terjadi di Trenggalek saat musim penghujan.

“Kami mengambil langkah strategis sebagai upaya persiapan menyambut datangnya musim hujan. Seperti diketahui bersama, saat musim hujan berlangsung tak jarang Kabupaten Trenggalek kerap dilanda banjir dan tanah longsor,” ujarnya.

Pihaknya juga telah memeriksa perlengkapan untuk penanggulangan kebencanaan serta koordinasi dengan instansi terkait lainnya.

Selain daya tampung sungai akibat meningkatnya volume air di musim hujan, keberadaan sampah di kawasan sungai juga menjadi perhatian serius. Pasalnya tak jarang sampah menjadi penyebab banjir. “Selain persiapan SDM, sebagai upaya pencegahan diantaranya kami juga melakukan kegiatan serupa,” kata Sekretaris BPBD Trenggalek, Tri Puspita Sari.

Upaya pencegahan dini penanggulangan kebencanaan lainnya, lanjut Pipit sapaan akrabnya adalah menyediakan glangsing hingga gronjong. Dua alat tersebut berfungsi untuk mencegah longsor dan banjir. “Tentunya juga persiapan logistik dan sarana prasarana. Gronjong biasanya dipasang di plengsengan, kalau glangsing diisi pasir untuk tanggul,” pungkasnya.

Dia menyebut saat ini beberapa desa atau kelurahan sudah ada yang mengajukan bantuan gronjong hingga glangsing. Disinggung soal upaya pengerukan sungai di wilayah Trenggalek, ia menyebut kewenangan itu bukan menjadi ranah BPBD Trenggalek. “Misal Sungai Ngasinan itu wilayahnya BBWS Brantas. Kalau sungai lain (di ranah Pemda), juga kami tidak punya kewenangan (pengerukan),” pungkasnya.

Reporter Angga Prasetiya

Editor Irwan Maftuhin