Jelang Laga Penutup Piala Gubernur Jatim, Persik Terapkan Strategi Hemat Energi

Share this :

Kediri, koranmemo.com – Persik Kediri masih akan menerapkan pola permainan bertahan saat menghadapi Bhayangkara FC pada pertandingan penutup, di Piala Gubernur Jatim, Jumat (14/2). Pola permainan seperti ini sudah diterapkan pelatih Persik Joko Susilo saat anak asuhnya dikalahkan MU (Madura United)  di Stadion Gelora Bangkalan Madura, Rabu (13/2).

Pelatih Joko Susilo menerapkan strategi tersebut dengan maksud untuk hemat energi  agar kondisi pemain terjaga dan tidak ada yang cedera sebelum Liga 1 tahun ini.

Sekilas pada pertandingan ke-2 kemarin, Macan Putih, julukan Persik Kediri menunjukkan progres yang lebih baik dibanding ketika melawan Persebaya Surabaya, di stadion yang sama. Pada babak pertama, permainan bertahan, Andri Ibo, Kapten Persik, dan kawan-kawan bisa mengimbangi klub bertabur pemain bintang tersebut.

Baru awal babak ke-2, skuat asuhan Joko Susilo kecolongan, melalui kerjasama 2 pemain muda MU, tuan rumah pun unggul 1-0 kala itu. Pertengahan babak ke-2, permainan Persik Kediri membaik setelah Gaspar Vega, Faris Aditama, dan Dani Syahputra masuk. Banyak peluang yang diciptakan, kendati demikian skor 1-0 untuk tuan rumah tak berubah.

Namun perlu digarisbawahi, pada pertandingan itu, Laskar Sape Kerap julukan MU tidak menurunkan skuat terbaiknya. Banyak juga pemain muda tuan rumah yang diturunkan untuk menjajal kemampuan melawan klub promosi Liga 1 ini. Selain itu, meski Zah Rahan diturunkan, adaptasi dari trauma membuat legiun asing ini belum mencapai performa terbaik.

Getuk sapaan akrab Pelatih Kepala Persik Kediri, memiliki alasan mengapa tampil bertahan sepanjang babak pertama. Menurutnya ini merupakan cara untuk menjaga kondisi pemain agar tetap prima ketika sudah memasuki Liga 1 musim 2020 nanti.

Dia mengakui jika di babak pertama formasinya menggunakan 3 stopper dengan masing-masing  1 full bek di sisi kanan dan kiri, jelas menunjukkan strategi defensif. Ante Bakmaz, Andri Ibo, dan Munhar dijadikan stopper, sementara Ibrahim Sanjaya dan Arif Setiawan menjadi fullbek, formasi 5 pemain belakang tanpa menggunakan striker murni.

“Hemat energi, terus terang kami hemat energi. Bagaimana mungkin dengan skuat yang belum siap saya suruh bermain 3 kali dalam (kurun waktu) 5 hari. Mereka saja yang latihan (sejak Januari) mengeluh. Bagaimana pemain kami yang malam (baru) datang, besoknya langsung dimainkan 3 kali,” katanya usai pertandingan melawan MU.

Menurutnya dengan strategi ini menjadi jalan untuk utama timnya. Melihat pengalaman klub berjersey ungu ini pada Liga 2 musim 2019 kemarin, terlalu berisiko jika menurunkan pemain asing yang baru datang tanpa penguatan. Tapi tak menutup kemungkinan sore nanti salah satu striker, Patrick Bordon akan diturunkan.

“Dalam keadaan capek saya tidak memiliki pilihan lagi. Lini belakang kami tidak memiliki pilihan lain, jadi gelandang kami tarik menjadi stopper, di depan rencananya tadi kami mau menurunkan (Patrick) Bordon sebagai striker, tapi terkendala sesuatu dia tidak bisa turun, terpaksa kami tidak pakai striker lagi. Padahal setingan tadi sudah kami rencanakan dengan striker,” imbuhnya.

Meski dipastikan gagal lolos di fase Semifinal Piala Gubernur Jatim, Persik Kediri akan tetap memanfaatkan pertandingan penutup untuk menemukan strategi andalan pada Liga 1 nanti. Setelah menemukan ramuan yang tepat pada pertandingan kemarin, Getuk perlu sedikit langkah lagi agar skuatnya siap pada pertandingan sore nanti.

Reporter : Dhita Septiadarma

Editor :  Achmad Saichu