Jelang Coblosan, Puluhan Warga Ponorogo yang Hijrah ke Ponpes di Malang akan Dipulangkan

Ponorogo, koranmemo.comMenjelang hari pencoblosan Pemilu 2019 ini, puluhan warga dua dukuh Desa Watu Bonang Kecamatan Badegan Ponorogo yang memilih menetap di Pondok Pesantren  (Ponpes) Miftahul Falahil Mubtadi’in di Dukuh Pulosari Desa Sukosari Kecamatan Kesambon Kabupaten Malang, akan segera dipulangkan ke Ponorogo.

Pemulangan  58 warga Jamaah Thoriqoh Akmaliyah Asholihiyah (JTAA) pasca hijrah akibat isu kiamat beberapa waktu lalu ini, berdasarkan surat pemberitahuan pihak pondok Miftahul Falahil Mubtadi’in Nomor: 001/III/JATAA-2019 tertanggal 16 Maret 2019 yang ditandatangani oleh ketua JATAA, Mualih.

Dalam surat tersebut, Mualih menuliskan ke 56 warga Watu Bonang akan dipulangkan sebelum hari pencoblosan Pemilu 2019 pada 17 April mendatang. Hal ini agar, para warga dapat menggunakan hak pilihnya dan tidak Golput. “Lima hari sebelum coblosan jamaah dipersilahkan pulang ke rumah masing-masing,” tulis Mualih.

Tidak hanya itu, Mualih juga menambahkan setelah mengikuti kegiatan rutin 3 bulanan, 58 warga Ponorogo itu dipersilahkan untuk meninggalkan Pondok dan kembali ke kampung halaman. ” Setelah kegiatan pengajian 3 bulanan selesai jemaah dipersilakan untuk kembali ke rumah masing-masing,” tambahnya.

Hal ini dibenarkan oleh Camat Badegan Ringga Dwi Heri Irawan. Namun ia belum mengetahui pasti kapan tepatnya pihak pondok melakukan pemulangan masal warga Ponorogo tersebut.” Iya surat ini saya terima sejak Maret lalu, tapi saya belum tahu kapan tepatnya pemulangan ini,” pungkasnya.

Reporter Zainul Rohman

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date