Jelang Aksi 3110, Ini yang Dilakukan Para Buruh

Sidoarjo, koranmemo.com – Menjelang aksi buruh  puluhan perwakilan dari serikat serta aliansi buruh se-Sidoarjo menggelar rapat koordinasi dengan Polresta Sidoarjo.

Aksi buruh yang melibatkan 5 kota  di luar Sidoarjo (Ring 1) yakni Pasuruan, Mojokerto, Gresik, Surabaya dan Sidoarjo ini akan menyampaikan aspirasinya di Gedung Gubernur Jawa timur Grahadi, Surabaya pada tanggal 31 Oktober (3110) mendatang.

Dalam pertemuan tersebut, Kapolresta Sidoarjo, Kombespol Himawan Bayu Aji menyambut hangat para perwakilan buruh tersebut.

Dalam sesi tanya jawab di rapat koordinasi tersebut, semua aspirasi para buruh ini ditampung dan mengharapkan aksi buruh pada akhir bulan Oktober besok berjalan tertib dan lancar.

Kapolresta Sidoarjo, Kombespol Himawan Bayu Aji mengatakan mereka (perwakilan serikat pekerja red,) dikumpulkan untuk melakukan pendekatan secara preventif dan preentif. “Dari sini kita bisa mengetahui keinginan buruh dan aspirasinya bisa disampaikan secara tertib dan aman,” katanya.

Ia berharap, para buruh yang akan melakukan aspirasinya ke kantor GubernurJatim agar dilakukan dengan tertib dan tidak mengganggu kegiatan pihak lain.

“Polisi akan mengawal para pengunjuk rasa sampai batas kota lainnya agar aksinya berjalan aman dan tertib. Begitu juga sebaliknya, saat rombongan buruh pulang, tetap kami kawal sampai batas ke kota tujuan,” tandasnya.

Sementara itu Presedium PPBS Soekardji  menjelaskan, aksi buruh akhir bulan nanti akan melibatkan ribuan buruh dari 5 kota yang masuk ring l. Diantaranya buruh dari Sidoarjo, Pasuruan, Mojokerto, Surabaya dan Gresik. “Dalam aksi nanti buruh akan menuntut dan akan tetap menolak upah murah. Kita tetap menolak PP 78 tahun 2015 tentang pengupahan,” tandasnya.

Selain tuntutan di atas, pihaknya bersama buruh lainnya akan  selalu melindungi buruh lainnya dari perusahaan lainnya yang semena-mena melakukan PHK adanya rasionalisasi karena modernisasi teknologi IT. “Perusahaan yang nakal dengan melakukan pelanggaran dan melakukan PHK sepihak, harus ditindak,” tegasnya menutup.

Selain Kapolresta Sidoarjo dan para Kapolsek di jajarannya, ikut hadir dalam pertemuan itu, Kepala Disnakertrans Jatim Seriadjit, Kepala Disnakertrans  Kab. Sidoarjo Husni Thamrin, Presedium Persatuan Pekerja Buruh Sidoarjo (PPBS) Soekardji dan pimpinan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) lainnya.

Reporter: Yudhi Ardian

Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.