Jatim Peringkat Pertama Kasus Perceraian

Share this :

Sidoarjo, koranmemo.com  – Jawa Timur (Jatim) merupakan provinsi tertinggi di Indonesia untuk kasus perceraian. Kurangnya komunikasi dan adanya orang ketiga menjadi penyebab pasangan keluarga di Jatim bercerai, selain masalah ekonomi.

Hal tersebut disampaikan Menteri Sosial (Mensos)  Indonesia, Khofifah Indar Parawansa di hadapan ratusan jemaah ibu-ibu pengajian Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Desa Sruni, Kec. Gedangan, Sidoarjo, Sabtu (19/08/2017) petang.

Untuk itu Khofifah meminta kepada para pasangan suami-istri agar selalu saling menjaga permasalahan Rumah Tangga (RT) seberat apapun masalahnya. “Jangan sampai keutuhan RT hancur karena salah satu pihak lebih mementingkan egonya,” ucapnya.

Khofifah juga berpesan agar para ibu jangan mudah menggugat cerai suaminya ataupun sebaliknya, para suami jangan terlalu cepat menjatuhkan talak. “Apapun permasalahannya, usahakan hindari yang namanya perceraian,” kata Mensos ke-27 RI ini.

Sementara itu di tempat terpisah, Wakil Ketua Pengadilan Agama (PA) Sidoarjo, Mubarok, menyatakan di Sidoarjo sendiri, angka perceraian cenderung meningkat. Pada 2014, perkara putus cerai ada 4.232 kasus. Jumlah itu meningkat pada 2015 menjadi 4.432 perkara. Pada 2016 mengalami sedikit penurunan, yaitu 4.397 perkara.

“Kami selalu menekankan mediasi untuk mencari jalan keluar permasalahan RT warga. Namun, baik penggugat ataupun pemohon sama-sama ingin berpisah,” imbuh Mubarok.

Penyebabnya selama ini adalah masalah ekonomi, lanjut Mubarok, namun sekarang adanya faktor pihak ke tiga dalam hubungan mulai nge-trend dan usianya masih produktif, 20-30 tahunan.

“Kebanyakan yang mengajukan cerai antara rentang umur 20 tahun – 30 tahun,” ujarnya.

Reporter: Yudhi Ardian
Editor : Achmad Saichu
Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.