Jamu Herbal Cegah Covid-19, Gunakan Bahan dari Alam, Pemasaran Sampai Luar Pulau Jawa

Share this :

Nganjuk, koranmemo.com – Pengobatan herbal sudah lama dikenal masyarakat Indonesia dan menjadi resep turun-temurun dalam mengatasi penyakit. Belakangan, banyak kalangan yang kembali melirik cara pengobatan ini sebagai alternatif dari pengobatan kimia atau medis.

Saat ini semakin banyak jenis obat herbal yang beredar. Ada yang berasal dari dedaunan tanaman, buah, bunga, kulit kayu, hingga akar-akaran. Beragam klaim disebutkan, obat herbal disebut bisa mengatasi masalah kesehatan mulai dari yang kronis hingga akut. Bahkan juga disebut berperan dalam memperbaiki kehidupan.

Salah satunya seperti jamu herbal tetes pencegah Covid-19 yang bernama Akatte ini. Namanya tidak asing di telinga masyarakat Nganjuk. Bahkan Wakil Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi pernah mengatakan, jika Akatte segera dijadikan semacam jamu pencegah Covid-19, yang akan dibagi-bagikan kepada warga Kabupaten Nganjuk nantinya.

Peracik jamu tetes langka ini adalah Kiai Tanjung. Dia adalah kiai di salah satu pondok modern Pondok Modern Sumber Daya At-Taqwa (POMOSDA) Desa Tanjung Kecamatan Kecamatan Tanjunganom Kabupaten Nganjuk.

Dia menggunakan bahan alami dari pola budidaya sehat, yaitu mengurangi penggunaan pestisida, herbisida dan pupuk sintetis hingga nol persen.

Semuanya demi menghasilkan bahan dasar jamu herbal yang berkualitas dan aman untuk dikonsumsi oleh tubuh, serta memiliki manfaat maksimal dalam memperbaiki dan mengganti jaringan yang rusak (regenerasi sel).

Dia mengatakan, komposisi yang digunakan dalam jamu herbal Akatte tersusun secara pas. Dia menggunakan beberapa jenis buah, sayur dan empon-empon yang sudah lama dikenal masyarakat.

Sebagai tanaman berkhasiat dan memiliki kandungan yang secara medis diakui bermanfaat bagi tubuh seperti, anggur, nanas, apel, daun kelor, bonggol pisang, bonggol rebung, jahe, kunyit, temu-temuan dan bahan pendukung lainnya.

“Jamu 100 persen diproses secara sehat dan amanah,” kata kiai lima anak tersebut.

Hingga kini, sudah puluhan jutaan botol Akatte dikemas 15 mili yang disebarkan di seluruh pelosok Jawa Timur, bahkan hingga luar Jawa. Seperti Sumatra Barat, Kalimantan dan Bali. Jamu herbal yang dipercaya bisa mencegah Covid-19 itu, disebarkan oleh masyarakat melalui program Kiai Tanjung Peduli.

Program tersebut berupa pembagian minuman yang sudah dicampur jamu Akatte secara gratis.

Reporter : Inna Dewi Fatimah

Editor : Della Cahaya