Jalanan Kota Rusak, Ditanami 2 Pohon Pisang

Share this :

Nganjuk, koranmemo.com Pemandangan tak lazim terlihat ketika masyarakat melintas di Jl. Imam Bonjol Kabupaten Nganjuk, beberapa hari terakhir. Dua pohon pisang terlihat “tumbuh” di atas permukaan jalan yang rusak dan bergelombang.

Kabag Humas Pemkab Nganjuk, Agus Irianto, saat dikonfirmasi Koranmemo.com perihal kondisi tersebut mengungkapkan, pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait. Dia mengaku kurang tahu menahu dari mana asal muasal pohon pisang bisa berada di tengah jalan.

“Kami akan segera melakukan koordinasi dengan OPD terkait. Kalau darimana asalnya (pohon pisang) saya kurang tahu,” ungkapnya.

Disinggung mengenai apakah kerusakan jalan dipicu kendaraan bertonase besar milik dua mega proyek, rel ganda kereta api dan jalan tol Trans Jawa, Agus tidak menampiknya.

“Sejak jalan Guyangan diperbaiki, jalur kendaraan untuk dua mega proyek dialihkan melintasi jl Imam Bonjol. Mungkin itu salah satu pemicu kerusakan jalan bertambah parah,” imbuhnya.

Bahkan, tidak menutup kemungkinan kedua pohon pisang itu sengaja ditanam oleh masyarakat yang jengkel dengan kondisi jalan. Akan tetapi, Agus enggan berspekulasi terlalu jauh dan memilih untuk melakukan koordinasi secepatnya guna menyikapi penanaman pohon pisang di tengah jalan tersebut.

Pantauan Koranmemo.com di lapangan, dua pohon pisang itu ditanan di tengah jalan dengan diganjal tumpukan 5 ban bekas di setiap batangnya. Terlihat garis pembatas mengelilingi jalanan bergelombang dengan kerusakan parah.

Karyono, pengendara asal Nganjuk yang hampir setiap hari melintas di jalur tersebut mengaku kaget dengan adanya pohon pisang di tengah jalan. Dia kurang tahu secara pasti sejak kapan pohon itu ditanam. Tapi menurut dia, sebelumnya jalanan bergelombang ini juga pernah dituangi cat putih sebagai penanda kerusakan jalan.

“Kurang tahu sejak kapan mulai ada (pohon pisang). Tapi sebelumnya jalan yang bergelombang ini pernah dituangi cat pemutih juga,” katanya.

Reporter: Andik Sukaca

Editor: Achmad Saichu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.