Jalan Tembus Terancam Batal

Share this :

Warga Minta Saluran Irigasi Dikembalikan

Kediri, Koran Memo – Proyek pembangunan jalan penghubung antara desa Semen, Kedak, dan Kelurahan Pojok akan menemui kesulitan untuk penyelesaian masalah. Pasalnya, warga meminta ganti rugi atas tanah mereka yang digunakan untuk pembangunan proyek. Sedangkan pihak desa hingga saat ini masih belum bisa memastikan tuntutan warga yang tanahnya terdampak.

Kukuh Santosa (kanan) kepala desa Semen (andik/memo)
Kukuh Santosa (kanan) kepala desa Semen (andik/memo)

Kukuh Santoso, Kepala Desa Semen menjelaskan jika hingga saat ini pihaknya belum memiliki anggaran untuk mengganti rugi kepada warga pemilik tanah. Karena itu, pihaknya meminta waktu selama dua minggu untuk membicarakan ini kepada pihak terkait termasuk kasi pembangunan dari kecamatan. “Kita masih meminta waktu selama dua minggu untuk membahas masalah ini,” jelasnya.

Sedangkan warga pemilik tanah yang merasa dirugikan dengan program ini menuntut agar saluran air di lahannya dikembalikan jika proyek tetap dipaksakan. “Kalau tidak bisa ganti rugi, kami minta saluran air dikembalikan. Meskipun tidak akan seperti semula,” ungkap Andi, salah satu warga pemilik lahan.

Saat disinggung terkait apakah pihak desa sudah membuat tim pembebasan lahan terkait program itu. Kades Semen menjawab jika itu sebenarnya merupakan permintaan dari masyarakat, sedangkan pihaknya hanya menyetujui. “Itu merupakan cita-cita warga sejak lama. Kami dari desa hanya mendukung,” terangnya.

Untuk diketahui, sebelumnya puluhan warga dari Desa Kedak dan Desa Semen menggeruduk balai desa Semen untuk meminta pertanggungjawaban dari pihak desa terkait masalah ini. Namun, kades Kedak hingga saat ini dinilai belum memberikan solusi ataupun membantu terkait masalah yang dialami warganya. Dari hasil musyawarah, pihak desa meminta waktu sekitar dua minggu terkait masalah ganti rugi yang diinginkan oleh warga. (and)