Jalan Menuju Trenggalek Bangkit  

Canangkan Hutan Durian International

Trenggalek, Memo – Menteri Pertanian Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M. P melantik pengurus Asosiasi petani dan pengolah hortikultura Indonesia (Aspphorti) Jawa Timur dan Jawa Tengah. Pelantikan dilaksanakan di Desa Wisata, tepatnya di Desa Sawahan, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, Jumat (13/5).

Bupati Emil tandatangani prasasti  Internasional Durio Forestry di kawasan Desa Wisata Sawahan Watulimo (Yono/Memo)
Bupati Emil tandatangani prasasti  Internasional Durio Forestry di kawasan Desa Wisata Sawahan Watulimo (Yono/Memo)

Hadir Ketua Aspphorti yang juga Dirut Perhutani Ir. Mustoha Iskandar, Anggota Komisi IV DPR RI Drs. H. Ibnu Multazam dan didampingi Emil Elestianto Dardak, M, Sc Bupati Trenggalek yang juga Wakil Ketua Aspphorti, Moch. Nur Arifin, Wakil Bupati Trenggalek dan seluruh stakeholder.

Lokasi pengukuhan dibawah pohon durian yang ditanam pada tahun 1875 (141). Pelaksanaan pengukuhan dimulai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MOU) Pengembangan Wana Wisata bersama Perhutani KPH Kediri, penandatangannan MOU Agro Wisata Holtikultura. Selanjutnya penandatanganan prasasti sebagai tanda diresmikannya Internasional Durio Forestry Trenggalek sebagai Hutan Durian International.

Andi Amran dalam sambutannya mengatakan bahwa kepada seluruh petani di Trenggalek tingkatkan terus kualitas dan kuantitas produk guna mendapatkan daya jual dan daya saing yang tinggi. Selain itu jangan lupa untuk selalu mempromosikan keluar daerah bahkan keluar negeri melalui wadah pemerintahan yang ada.

“Kami berjanji akan menyalurkan bantuan ke setiap kelompok tani sesuai kebutuhannya. Insyaalloh nanti kita akan menanggapi dengan serius. Selama yang diminta itu demi kepentingan kemajuan petani holti,” tegas Amran.

Pencanangan ini bertujuan untuk mendorong pengembangan produksi hortikultura, khususnya komoditas durian dengan kualitas terbaik di dunia yang dipelopori oleh Kabupaten Trenggalek.

Kemudian Dirut Perhutani, Mustoha Iskandar,menegaskan bahwa Indonesia perlu bersaing dengan produsen durian dari luar negeri.Tidak sepantasnya setiap hari puluhan kontainer durian masuk ke Indonesia. Semoga dengan adanya pencanangan hutan durian ini diharapkan menjadi awal kebangkitan produk hortikultura.

“Kami perlu dukungan semua pihak untuk mengawali kebangkitan petani hortikultura Indonesia,” tandasnya.

Sementara itu Bupati Trenggalek, Emil Elestianto Dardak, mengungkapkan rasa terimakasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara kali ini. Tak lupa juga untuk mengingatkan para petani agar selalu menjaga apa yang sudah diperoleh, terutama menjaga produk unggulan di Trenggalek.

“Hari ini memang sangat spesial. Dengan ditetapkannya Kabupaten Trenggalek sebagai Internasional Durio Forestry semoga menjadi jalan untuk menuju Trenggalek bangkit,” ujar Emil.

Diharapkan melalui pencanangan semacam ini, baik di Trenggalek maupun daerah-daerah lain, mampu meningkatkan daya saing produk hortikultura tanah air sehingga laju impor bisa ditekan dan ekspor bisa merangkak naik. (yon/Rud/Haz)

Follow Untuk Berita Up to Date