Jaga Destinasi Wisata untuk Dongkrak Kemiskinan

Share this :

Sidoarjo, koranmemo.com – Kementerian Pariwisata RI, Komisi X DPR RI, dan Dinas Pemerintah Daerah terkait membudayakan Gerakan Sadar Wisata dan Aksi Sapta Pesona di Museum Mpu Tantular Sidoarjo, Sabtu, (28/10/2017).

Arzeti Bilbinah, Komisi X DPR RI menjelaskan perlunya menjaga destinasi pariwisata yang ada agar bisa mendongkrak kemiskinan. Karena kurangnya kesadaran dari masyarakat tersebut bisa membuat  para wisatawan lokal hingga internasional yang akan bekunjung menjadi kecewa.

” Minimal menjaga kebersihan lingkungan, contohnya membuang sampah pada tempatnya, ” ujarnya.

Anggota Dewan RI yang juga seorang model dan artis ini mengharapkan agar masing-masing pribadi sadar apa arti pesona wisata akan bisa berdampak positif. “Minimal dari segi ekonomi. Kita bisa tambahkan tempat wisata kuliner, tempat penginapan, dan lain sebagainya disekitar destinasi.”

Lebih lanjut, Arzeti menambahkan, daya tarik pesona wisata di daerah dapat merubah income (pemasukan, Red) bagi warga sekitar. “Nah, otomatis bisa menekan angka kemiskinan juga,” tambahnya.

Pihaknya dibantu dengan Kemenpar RI hanya membantu memfasilitasi destinasi tempat wisata yang harus dipromosikan menjadi tempat yang representatif.  ” Kita sudah giat mempromosikan dari pusat ternyata warga atau Pemdanya tidak sadar. Percuma dong, ” kata wanita 44 tahun ini.

Sementara itu, Sarman Pamungkas, Kabid Olahraga dan rekreasi Kementrian Pariwisata RI (Kemenpar) menjelaskan saat ini yang harus diakomodasi Pemerintah Daerah (Pemda) adalah mengembangkan dari sektor akamedisi, bisnis, goverment, komunitas dan media.

“Sektor akamedisi, bisnis, goverment, komunitas dan media ini sangat membantu dalam mengembangkan dan menjadikan destinasi wisata menjadi lebih baik, ” tuturnya.

Sarman menyebut LUSI (Lumpur Sidoarjo) harus merubah dampak bagi masyarakat seikitar khususnya warga Porong, minimal dari segi ekonomi.

“Jika LUSI menjadi pemenang dalam pemilihan Anugerah Pariwisata Indonesia, harapan Kemenpar agar memberikan dampak ekonomi disekelilingnya yakni Tumbuh ekonomi baru disekitar destinasi (skala lokal, Red) dan dibawa ke tingkat internasional (skala internasional,Red).

Selain itu, harus diikuti dengan kesadaran masyarakat artinya dengan sadar wisata kita harus menjaga dan sama-sama membantu mempromosikan lewat beberapa hal. “Karena saat dunia sudah era digital,” imbuhnya.

Destinasi LUSI merupakan pilihan atau usulan dari pemerintah daerah bukan dari pusat. ” Pemerintah pusat hanya mejembatani. Kita mengarahkan dan membantu untuk mensinergikan kepada pihak yang terkait,” pungkasnya.

Perlu diketahui, nama Kabupaten Sidoarjo mendapat apresiasi dari publik. Buktinya, dua objek wisata di Sidoarjo masuk dalam empat besar Anugerah Pariwisata Indonesia (API). Dua objek wisata tersebut adalah wisata belanja Intako (kerajinan kulit) dan Lumpur Sidoarjo (Lusi).

Reporter: Yudhi Ardian

Editor: Achmad Saichu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.