Jadi Tersangka Pembobol Dana Kredit Mikro Rp 2,1 Miliar, Pegawai BRI Dipecat

Share this :

Madiun, koranmemo.com – Bank Rakyat Indonesia (BRI) memberikan sanksi pemecatan kepada pegawainya inisial RS (32) yang menjadi tersangka kasus pembobolan dana program kredit mikro sebesar Rp2,1 miliar di BRI Cabang Pembantu Dolopo, Kabupaten Madiun.

“Bank BRI telah melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sebagai sanksi kepada oknum pekerja yang terlibat dalam kasus tersebut,” ungkap Kepala Cabang BRI Dolopo-Madiun, Budi Santoso, Selasa (22/9).

Pihak BRI tidak memberikan toleransi apapun terhadap kecurangan yang dilakukan oleh pegawainya. Apalagi, akibat perbuatan yang dilakukan RS (32), warga Kelurahan Nambangan Lor, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun itu telah menyebabkan kerugian negara hingga Rp2,1 miliar.

Dia juga memastikan bahwa seluruh proses operasional perbankan telah dilaksanakan dengan prinsip kehati-hatian. “Untuk sementara itu dulu yang bisa kami jawab atas kasus tersebut,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, Kejaksaan Negeri Kabupaten Madiun menetapkan RS, selaku Relation Manager BRI Kantor Cabang Pembantu Dolopo, sebagai tersangka.

Baca Juga: Petinggi BRI di Madiun Ditetapkan Tersangka Kredit Macet Rp 2,1 Miliar

“Dari hasil penyidikan, kami menetapkan satu tersangka. Untuk proses penyidikan lebih lanjut, tersangka ditahan di cabang Rutan Kelas I Surabaya Kejati,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Madiun Agung Mardiwibowo, Senin (21/9).

Agung  menjelaskan, kasus itu terjadi tahun 2018 hingga  2019. Tersangka dijerat Pasal 2 dan Pasal 3 UU Pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 64 KUHP dengan ancaman hukuman seumur hidup hingga hukuman mati. Saat ini pun, tersangka langsung menjalani penahanan di rumah tahanan (Rutan) Klas I Surabaya.

Reporter: Juremi
Editor: Della Cahaya