Jadi Pusat Budidaya Ikan Koi, Dipasarkan Lewat Online

Kediri, koranmemo.com – Kecamatan Plosoklaten khususnya Desa Pranggang dan Punjul merupakan pusat budidaya ikan koi di Kabupaten Kediri. Seluas kurang lebih 170 Ha lahannya merupakan kolam untuk budidaya ikan hias tersebut.

Menurut Sariono, sejak tahun 1987 warga Desa Pranggang sudah mulai mengalihkan fungsi lahannya dari pertanian menjadi perikanan. Awalnya warga disini budidaya ikan gurameh dan masih sedikit ikan koinya. Baru sekitar tahun 1998 banyak warga yang ikut beralih ke budidaya ikan koi.

Bukan tanpa alasan mengapa mereka menggeluti sektor perikanan khususnya ikan hias, karena didukung oleh banyaknya titik sumber air di sini.

“Desa Pranggang dan Punjul ada sekitar 10 titik sumber air yang dapat digunakan oleh warga mengisi kolam. Jadi warga tidak perlu kawatir masalah air,” jelas Sariono (10/1).

“Sumua jenis ikan koi dijual disini, mulai jenis Ikan Koi Kohaku, Sanke, Taisho, Showa Sanshoku, Tancho dan masih banyak lagi. Harganya pun bervariasi koi untuk kontes dengan harga yang mahal, karena untuk koi kelas kontes tidak ada batasan harganya. Ukurannya adalah kesenangan dan hobi, ada koi yang dijual partai besar,” terangnya.

Pemasarannya selama ini melalui media online hingga keluar daerah seperti Tulungagung, Malang, Nganjuk, Surabaya, Sumatra, Kalimantan hingga NTT. Sedangkan untuk ekspor sudah merambah hingga ke Malaysia.

“Kami juga menjual bibit ikan koi dengan harga 50 rupiah/ekor umur 10 hari. Sedangkan ukuran 7-8 Cm 500 rupiah/ekor dan untuk ukuran 30 Cm di tempat ini kami jual 40-50 ribu rupiah. Omset perbulan bisa mencapai 24 juta rupiah itu dari kolam milik saya sendiri berjumlah 8 kolam,” jelasnya.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kediri yang telah mendukung hobby sekaligus mata pencaharian kami sebagai pembudidaya ikan hias. Dengan dukungan tersebut kami dapat menghasilkan ikan koi yang berkualitas,” ucapnya.

Setiap tahun pada hari jadi Kabupaten Kediri selalu ada Koi Show. Hal ini menurutnya dapat memotivasi pembudidaya ikan hias untuk bersaing dan juga sebagai ajang bertukar pikiran serta pengetahuan antar pembudidaya luar daerah.

“Jika koi yang kita bawa bisa mendapat juara pasti harganya ikut melambung dan dapat membawa nama Kabupaten Kediri di kancah internasional,” terangnya. (adv)

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date