Jadi Anggota Jaringan Pengedar Sabu, Janda Muda Dibekuk

Share this :

Blitar, koranmemo.com – Jaringan narkoba jenis pil dobel L berhasil diungkap Polres Blitar Kota. Pengungkapan ini berawal dari tertangkapnya Yuli Lestari (24) warga Dusun Semanding Desa Kawedusan Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar, yang menjual narkoba jenis dobel L serta sabu – sabu.

Kapolres Blitar Kota, AKBP Adewira Negara Siregar dalam jumpa pers, Senin (22/7) mengatakan, penangkapan tersebut berawal dari Galih Prasetya (23) warga Dusun Semanding Desa Kawedusan Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar kedapatan memiliki narkoba jenis sabu – sabu. Tersangka mengaku mendapatkan barang itu dari Yuli Lestari (24) warga Dusun Semanding Desa Kawedusan Kecamatan Ponggok. Setelah dilakukan penggeledahan di rumah Yuli, ternyata mengaku sebagai pengedar selain itu janda muda ini juga menggunakan narkoba jenis dobel L.

“Dari Yuli kami kembangkan, ternyata didapatkan dari Bebek yang saat ini masih DPO. Dan satu lagi didapatkan dari Solikin (31) warga Desa Pojok Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar,, residivis dengan kasus sama,” ujarnya.

Kapolres menjelaskan, dalam pemeriksaan, Yuli mengaku beberapa kali membeli Pil dobel L dari Soliki. Atas pengakuan itulah, Satreskoba Polres Blitar Kota bergerak menuju rumah Solikin dan berhasil menangkap terlapor. “Barang bukti yang diamankan pil dobel L sebanyak 450 butil dari 9 klip plastik. Setelah kita periksa, dia mengaku mendapatkan barang itu dari Fiky Syahrul Romadhon (19) warga Desa Pikaran Kecamatan Wonodadi,” jelasnya.

Dari informasi itu, petugas bergerak menuju rumah Fiky dan berhasil menangkap pelaku berikut disita barang bukti berupa Pil Doble L sebanyak 450 butir. Selanjutnya dilakukan penggeledahan kembali ditempat kos Fiky di Desa Bagelenan Kecamatan Srengat dan temukan barang bukti Pil Doble L sebanyak sekitar 3000 butir. Total barang bukti yang diamankan sebanyak 3600 butir pil dobel L dan 0,35 gram sabu. “Mereka mengaku barang itu didapatkan dari Madiun. Saat ini kami masih kembangkan kasus ini,” tandasnya.

Sementara itu, Yuli mengaku baru pertama kali sebagai penjual narkoba. Wanita yang setiap hari bekerja sebagai pemberi makan ayam ini mengaku menyesal dan tidak akan mengulangi lagi perbuatannya.

Reporter Zayyin multazam sukri

Editor Achmad Saichu