Inovasi Untuk Menggali Potensi Desa Agar Jadi Wisata Perlu Digenjot

Share this :

Trenggalek, Koranmemo.com – Pemerintah Kabupaten Trenggaek mendorong desa memiliki sektor wisata untuk dikembangkan. Tak hanya terbatas pengembangan wisata alam saja, namun juga menciptakan kawasan wisata rintisan hingga kesenian dan kebudayaan. Pemerintah desa memiliki otonomi untuk mengelola potensi selain wisata alam sehingga mampu meningkatkan pendapatan asli desa yang berimbas pada kesejahteraan masyarakat.

Inovasi Untuk Menggali Potensi Desa Agar Jadi Wisata Perlu DigenjotDesa juga dituntut mengembangkan potensi daerah sehingga bisa meningkatkan pendapatan. Masalahnya tak semua desa memiliki potensi wisata, khususnya wisata alam sehingga desa dituntut getol berinovasi. “Dari 152 Desa, ada yang masih melirik potensi alam, ada yang mulai dipoles, dibangun, dan sebagainya,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Edy Supriyanto.

Pemerintah desa banyak yang mengembangkan sektor wisata desa melalui pemberdayaan alamnya. Namun disisi lain banyak juga yang memanfaatkan potensi diluar wisata alam. “Ternyata cukup inovatif dengan membaca peluang, misalnya menggunakan tanah kas desa untuk tempat wisata,” kata Edy.

Semisal adalah pengelolaan wisata di Desa/Kecamatan Suruh. Kata Edy, desa itu tidak punya potensi wisata alam, mengembangkan tanah kas desa di pinggir jalan untuk dibangun rest area. Kemudian mereka menyelipkan produk-produk asli buatan warganya untuk dijual. “Di rest area, ada rumah susu kemudian tempat bermain anak-anak,” imbuhnya.

Inovasi seperti itu yang belum sepenuhnya dikembangkan pemerintah desa lain dalam menggali potensi wisatanya. Untuk itu perlu dorongan pengembangan wisata, selain penggalian potensi wisata alam. Dia menyebutkan, beberapa desa yang sudah mengembangkan potensi alam, antara lain Desa Senden, Kampak, Sawahan, Nglebo, Bendungan, dan Depok.

Edi belum menyinggung soal target pengembangan desa wisata pada 2020. Pasalnya ada yang sama sekali belum menemukan potensi wisata desa, ada yang mulai mengembangkan, dan ada yang sudah dikembangkan, tapi belum maksimal. “Saya belum bisa matur, karena masih banyak masukan,” kata Edy.

Untuk merangsang pengembangan desa wisata, pihaknya juga melibatkan lintas organisasi perangkat daerah (OPD) untuk pendampingan maupun pembinaan. “Pendampingan terkait bagaimana pengelolaannya, dekorasinya, merias, sehingga wisatawan itu mau berdatangan. Secara teknis, Dinas pariwisata dan kebudayaan (Disparbud) itu masuk,” pungkasnya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), Sunyoto tak memungkiri, desa wisata mulai dikembangkan di Bumi Menak Sopal. Menurut dia, sebagai dinas teknis pihaknya juga turut memberikan sosialisasi berupa pembinaan untuk pengelolaan wisata desa. “Desa memiliki dana desa (DD) yang salah satunya untuk mengembangkan sektor wisata,” kata Sunyoto. (adv/Disparbud Trenggalek)

Reporter: Angga Prasetya
Editor: Della Cahaya