Ini Yang Dilakukan Mantan Teroris saat Peringatan HUT Kemerdekaan RI

Madiun, Koranmemo.com-Mantan napi teroris, Khoirul Ikhwan alias Koko, didaulat memberikan sosialisasi bahaya paham radikalisme di lingkungannya RT 02, RW 01, Desa Sidomulyo, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun. Dia mengingatkan generasi muda dan masyarakat agar tidak terjebak dalam paham dan gerakan radikal.

Acara yang dibalut dengan Tasyakuran Malam Tirakatan memperingati Hari Kemerdekaan RI ke 72 tahun yang diikuti puluhan warga itu, digelar di rumah Ketua RT setempat, Rabu (16/08/2017). Acara kontra ideologi ini agar masyarakat Madiun khususnya Desa Sidomulyo tidak mudah terpengaruh oleh propaganda IS/ISIS.

“Terima kasih telah diberi waktu oleh Ketua RT untuk menyampaikan sosialisasi kepada generasi adik-adik saya dan orangtua, agar bisa mengantisipasi jahatnya radikaliame bagi kita semua, khususnya bagi negara kita,” ujar Khoirul disambut hangat warga setempat.

Menurut Khoirul, umumnya kelompok terorisme saat ini ingin merubah sistem negara berazaskan Pancasila menjadi azas Islam. Padahal, azas yang diklaim oleh teroris itu sebenarnya bukan berasal dari Islam sebenarnya. Sebab Islam sebenarnya berbeda dengan konsep yang mereka perjuangkan.

“Islam itu lebih menghargai perbedaan dan sangat toleran, sedangkan mereka (teroris,red) itu intoleran. Mereka menganggap ibadah orang lain sebagai kegiatan sirik dan tidak sah menurut Islam. Konsep itu jelas sangat bertentangan dengan Islam,” ujar napiter yang bebas bersyarat sejak 8 Agustus 2017 lalu.

Ditegaskan, Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tidak bisa ditawar lagi. Berkat para pejuang-pejuang pendahulu, baik para ulama dan cendikiawan yang telah merumuskan konsep Pancasila sesuai kultur dan masa depan bangsa Indonesia, sampai hari ini Pancasila masih tetap eksis.

Karena itu, radikalisme kini menjadi ancaman nyata bagi generasi muda di Tanah Air. Dia dan Pemerintah, akan terus lebih gencar mencegah radikalisme atau deradikalisasi, khususnya di kalangan remaja.

“Saya telah menerima hukuman setimpal atas apa yang saya lakukan. Saya berharap tidak ada lagi khususnya di lingkungan Desa Sidomulyo ini menjadi korban dari radikalisme. Kita harus tetap berjuang dan menjaga Pancasila dan NKRI tetap utuh dari rorongan radikalisme dan terorisme,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu, Ketua Rt. 02 Rw. 01 Desa Sidomulyo, Kecamatan Wonoasri Kabupaten Madiun, Kusnendar, menegaskan bahwa NKRI sudah menjadi harga mati tidak bisa diganti dengan negara agama maupun paham apapun.

“Kita harus bersama-sama mempertahankan NKRI dan Pancasila serta mengisi kemerdekaan ini demi anak cucu kita, untuk menuju Indonesia Emas pada 2045 mendatang. Agar menjadi negara maju dan lebih sejahtera,” katanya.

Pihaknya juga mengimbau kepada seluruh masyarakat khususnya lingkungan desa setempat, agar tidak mengucilkan para mantan narapidana teroris yang telah menjalani masa hukuman dan bertobat.

Dan berharap agar masyarakat dapat menerima kembali para mantan teroris yang ingin kembali menjadi warga negara yang baik. ”Saya minta masyarakat mau menerima mas Khoirul Ihkwan dengan sepenuh hati, karena dia telah menyadari aliran yang diikuti selama ini salah,” tandas Kusnendar yang disambut positif oleh warga setempat.

Diketahui, sebelum mengikuti acara Tasyakuran, Khoirul beserta keluarganya juga ikut meramaikan berbagai perlombaan yang digelar lingkungan RT setempat dalam rangka memperingati HUT RI. Masyarakat-pun menerima dia dengan tangan terbuka dan penuh kekeluargaan.

Reporter: Hendri Wahyu Wijaya

Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.