Ini Tips Terhindar dari Infeksi Saluran Kemih Menurut Dokter Fendik Setiawan-Spesialis Urologi RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar

Share this :

Blitar, Koranmemo.com – Anda pernah anyang-anyangan atau kesakitan saat buang air kecil disertai warnamya yang keruh? Hati-hati itu bisa menjadi gejala klinis saluran kemih infeksi. Selain itu ada pula gejalanya nyeri di bawah pusar, demam menggigil hingga mual atau muntah. “Iya itu adalah gejala klinis tergantung keparahan dan organ yang terlibat. Infeksi salurah kemih dianggap biasa tetapi kalau telat penanganannya butuh biaya yang tidak sedikit,” kata dr Fendik Setiawan, dokter spesialis urologi RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar, Rabu (17/09)

Dijelaskan dr Fendik bahwasanya infeksi saluran kemih kondisi berkembangnya bakteri di dalam salurah kemih. Infeksi terjadi pada anak, dewasa atau lanjut usia. Nah, pada wanita kadang angka kejadiannya lebih tinggi. Penyebab infeksi pada saluran kemih bisa karena bakteri, jamur atau virus masuk dalam saluran kemih.

Sementara faktor kebiasaan seperti alat vital yang tak bersih, sering menahan kencing utamanya yang duduk kerja berjam-jam. Ada pula ada sisa air kemih yang bamyak dalam kandung kemih utamanya pasien lansia. Ada pula cara cebok atau membersihkan alat vital yang salah.

Nah, kalau ada pasien yang datang ke RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar, akan kami analisis riwayatnya, selanjutnya dicek di laboratorium urine, cara pengambilan sampelnya juga beda antara anak, dewasa ini untuk menghilangkan kontak bakteri yang lain. Sementara pengobatannya farmakologis yakni antibiotik yang sesuai kultur urine, analgesik dan obat pendukung lain. Tatalaksana non farmakologis yakni istirahat yang cukup, diet dengan memperbanyak vitamin C, kompres air hangat di bawah pusar dan asupan protein dan gizi yang cukup.

Dilanjutkan dr Fendik, infeksi saluran kemih bisa terjadi pula pada anak. Untuk angkanya bisa variasi. Risiko infeksi selama dekade pertama setelah kelahiran 1 persen pada lelaki 3 persen perempuan. Sumber patogenik yang umum adalah bakteri gram negatif yang bersifat enterik. Sementara E-coli sekitar 75 persen. “Gejala pada anak tergantung usia. Biasanya rewel, demam dan lain sebagainya,” kata dokter ramah ini

Dokter Fendik pun memberi tips agar terhindar dari infeksi. Di antaranya perbanyak minum air putih 8-10 gelas sehari, konsumsi vitamin C secara teratur. Hindari minum alkohol, kopi karena bisa iritasi kandung kemih. Jangan tahan buang air kecil, cebok yang bersih, jika pakai kateter usahakan jaga kebersihan alat vital, ganti kateter secara rutin pada ahlinya. Sementara pada perempuan, rajin ganti pembalut jika sedang haid, hindari celana ketat, segera cuci usai hubungan badan, basuh alat vital arahnya dari depan ke belakang. “Terakhir hindari penggunaan parfum, deodorant pada alat vital karena berpotensi iritasi uretra,” pungkasnya.

Reporter Abdul Aziz Wahyudi
Editor Achmad Saichu