Ini langkah Dinkes Hadapi KLB Difteri

Share this :

Blitar, Koranmemo.com – Menyikapi pernyataan KLB (Kejadian Luar Biasa) difteri dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar membuat laporan kepada Bupati Blitar bahwa difteri di Kabupaten Blitar merupakan suatu penyakit yang harus ditangani dan harus membuat SK (Surat Kerja) tentang permintaan Kabupatem Blitar itu KLB Difteri.

Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit (P2P), Krisna Yekti, Skm.MM.kes, menjelaskan, untuk pencegahan difteri ini, pihaknya segera melakukan ORI ( Outbreak Response Immunization ) dengan sasaran umur 1-19 tahun dimana jumlahnya mencapai 305.347 jiwa. Pelaksanaan ORI dilakukan dengan 3 putaran , putaran pertama pada bulan Maret, putaran kedua pada bulan  Juni dan Putaran terakhir dilakukan pada bulan November.

“Alhamdulilah SK kami sudah turun dan di Kabupaten Blitar dinyatakan KLB difteri, sementara  Pelaksanaan ORI ini kami lakukan pada minggu kedua bulan Februari dan kita perkirakan nanti pada minggu kedua bulan Maret sudah selesai untuk putaran pertama, sampai hari Sabtu (17/02) kita pelaksanaan ORI sudah mencapai 40,7%,” tutur Krisna,Selasa (20/02).

Dalam pelaksanaan ORI ditemukan 6 kasus yakni ditemukan di daerah Talun 1 kasus, Wonodadi 1 kasus, Wlingi 1 kasus, Srengat 2 kasus, Selorejo 1 kasus. Sebanyak enam kasus yang ditemukan tidak ada korban jiwa. “Kami siapkan untuk pos – pos ORI difteri di posyandu  dan di tempat sekolah,  jadi untuk posyandu khusus 1 sampai 5 tahun, sementara untuk umur 6 tahun sampai 19 tahun dilaksanakan imunisasi ORI disekolah masing-masing,”tambahnya.(adv/dinkes/MRobby/AriefJP)

Reporter: Anggun Masitoh/M Robby/Arief JP

Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.