Ini Imbauan DKPP Kota Kediri kepada Para Petani 

Kediri, koranmemo.com – Memasuki musim tanam kedua, pihak Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Kediri, berharap para petani lebh memperhatikan kesuburan tanah. Salah satunya dengan memberikan jeda waktu tanam, serta melakukan selingan komoditas dan jenis tanaman. Dengan langkah seperti ini, petani juga dapat memutus rantai hama yang menyerang tanaman.

Kepala Bidang Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan DKPP Kota Kediri, Ita Sachariani menjelaskan, para petani harus lebih memahami siklus tanam dan panen, karena jika terus menerus tanah diolah, maka akan terjadi krisis unsur hara. “Berikan jeda waktu, minimal dua minggu lahan jangan langsung ditanami padi atau tanaman yang lain,” jelasnya, Senin (24/6).

Pasalnya, jika tidak ada jeda waktu setelah masa panen, unsur pada tanah terus berkurang. Akibatnya, dapat mempengaruhi kesuburan tanaman, bahkan hasil panen juga akan terpengaruh. Memberikan jeda waktu, berarti juga memberikan waktu untuk memulihkan unsur hara pada tanah, dan tidak kalah penting juga dapat mencegah rantai hama.

Jika tanah dibiarkan sementara waktu tidak diolah, maka telur hama yang berada di dalam tanah juga akan mati. Selain itu, petani juga diimbau untuk menanam tanaman dengan jenis yang berbeda. Lantaran, di Indonesia sendiri ada tiga pola tanam selama satu tahun yang dibagi menjadi tiga musim tanam. Diantaranya, selama satu tahun petani terus menerus menanam padi, dua kali menanam padi dan satu kali menanam palawija, serta satu kali padi satu kali palawija dan satu kali padi.

Menurut Ita, memang petani mempunyai hak perogratif yang diatur oleh Undang-Undang untuk memilih maupun mengolah lahan pertanian. Namun, para petani harus lebih memahami apa saja faktor yang mempengaruhi musim tanam. Jika petani memilih selalu menanam padi dalam satu tahun, lebih baik ada selingan varietas padi.

Pada Januari, tercatat ada 632 hektare lahan tanam dan pada April tercatat 590 hektare lahan panen, dengan komoditas padi. Untuk musim tanam kedua, mulai ada perubahan komoditas tanaman, tercatat 460 hektare lahan tanam dengan komoditas padi serta 124 hektare lahan tanam dengan komoditas jagung.

Ini lantaran, dengan memberikan selingan, serangan organism pengganggu tanaman (OPT) dapat diminimalisir. “Diambil contoh, jika sudah menanam vaietas padi 64, lebih baik diselingi menanam varietas Bramo. Lebih baik, jika petani memutuskan untuk menanam tanaman palawija. Bahkan, petani di Kecamatan Mojoroto juga menanam semangka dan melon saat memasuki musim kemarau,” tutur Ita.

Dengan demikian, sambungnya, OPT yang menyerang varietas pertama, akan menghindar setelah petani menanam varietas yang berbeda pada musim tanam selanjutnya. Melakukan selingan varietas maupun komoditas tanaman, juga meringangan beban tanah saat musim tanam sampai musim panen tiba serta memulihkan kandungan unsur hara.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date