Ini Formasi CPNS 2019 di Pemkab Ngawi

Ngawi, koranmemo.com – Proses seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2019 sepertinya bakal digelar tidak lama lagi. Informasi dari Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Ngawi, proses rekrutmen abdi negara itu kemungkinan dilaksanakan bulan Oktober nanti. “Perkiraan seperti itu, tapi kepastiannya seperti apa belum ada,” kata Kepala BKPP Ngawi Yulianto Kusprasetyo, Jumat (9/8).

Yulianto mengungkapkan informasi mengenai pelaksanaan seleksi CPNS itu diketahui setelah pihaknya mengikuti rapat di Hotel Bidakara, Jakarta pada akhir bulan Juli lalu. Dalam rapat yang juga dihadiri oleh beberapa menteri serta kepala BKN tersebut sempat disampaikan mengenai kapan rencana seleksi itu dilaksanakan. “Yang menyampaikan langsung dari Menpan-RB sendiri waktu itu,” jelasnya.

Selain soal perkiraan waktu pelaksanaannya, Yulianto juga mengungkapkan dalam rapat tersebut setiap daerah diminta memaparkan semua usulannya. Untuk usulan pemkab Ngawi, lanjut Yulianto, kemungkinan besar tidak ada perubahan. Meski begitu, dia juga belum berani memastikannya. Karena masih harus menunggu dulu ketetapan dari pemerintah pusat. “Sudah di-desk. Kelihatannya tidak ada yang ditolak (usulan formasi),” jelasnya.

Diketahui, formasi CPNS yang diusulkan pemkab Ngawi tahun ini sebanyak 490 formasi. Perinciannya 149 formasi CPNS dan sisanya sebanyak 341 formasi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Namun, yang akan diseleksikan nanti hanya sebanyak 353 formasi saja. Sebab, untuk PPPK sudah dipotong formasi seleksi tahap I lalu sebanyak 137 formasi. “Jadi tetap sama sesuai jumlah yang pensiun atau zero growth,” terangnya.

Mengenai bidang yang dibutuhkan, Yulianto memaparkan untuk CPNS lebih pada tenaga kesehatan, pendidikan dan tenaga teknis dengan keahlian tertentu. Sedangkan khusus PPPK, hanya dicari tenaga pendidikan dan kesehatan. Dia juga menyebut untuk seleksi PPPK tahap II nanti dibuka secara umum tapi terbatas untuk tenaga honorer yang minimal memiliki nomor unik pendidik dan tenaga kependidikan (NUPTK). “Untuk CPNS informasi sementara tidak dibatasi,” jelasnya.

Di samping waktu dan formasi, Yulianto juga belum bisa memastikan apakah pelaksanaan seleksi CPNS 2019 nanti digelar mandiri atau gabung dengan daerah lain seperti tahun lalu. Dia mengatakan, dalam rapat di Jakarta lalu pemerintah pusat memberikan empat opsi. Pertama menggunakan sarana dari BKN, kedua secara mandiri, ketiga cost sharing dan yang terakhir model UNBK.

“Tapi sejauh ini kami juga belum bisa memastikan sistem mana yang akan digunakan,” ungkapnya sembari menyebut pihak pemkab sudah siap menggelar seleksi CPNS tahun ini.

Reporter Dika Abdilah/Juremi

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date