Ini Cara Staf Kepresidenan Tumbuhkan Semangat Kewirausahaan

Sidoarjo, koranmemo.com Kantor staf Presiden bekerjasama dengan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, menyelenggarakan kegiatan bertajuk kelas Inspirasi, di Pondok Pesantren Progressif¬† Bumi Shalawat Sidoarjo, Jawa Timur. Kegiatan yang bertemakan ‘Entrepreneurs Wanted’ merupakan acara ke lima pada tahun 2017.

Kepala Staf Kepresidenan, Teten Masduki mengatakan,  jumlah pengusaha di Indonesia sangat tertinggal jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga. Saat ini menurutnya, negara seperti Singapura sudah berada pada kisaran 7 persen, Malaysia sudah mencapai 5 persen, dan Thailand sekitar 3 persen

“Perlu diketahui presentase jumlah pengusaha dibandingkan banyaknya jumlah penduduk di Indonesia hanya sekitaran 1,65 persen,” ungkapnya usai mengisi acara tersebut.

Untuk itu, lanjut Teten, perlu adanya upaya serius dan terencana untuk mendorong tumbuhnya minat kewirausahaan, terutama dikalangan anak-anak muda.

Sementara itu, pimpinan pondok pesantren progressive Bumi Shalawat, KH. Agoes Ali Mashuri, yang biasa disapa Gus Ali berharap, agar program ini berkelanjutan dan berintegrasi antar pihak terkait. “Ini merupakan upaya positif sehingga kami sangat mendukung program ini karena untuk kepentingan edukasi dari para calon-calon pemimpin masa depan kita,” harapnya.

Salah satu pembicara yang sangat menginspirasi yakni Yasa Singgih (23), yang juga merupakan CEO salah satu produk fashion sepatu untuk pria di Indonesia berbagi pengalamannya baik suka maupun duka dalam membangun usahanya tersebut.

Di hadapan ratusan siswa-siswi yang hadir, dia juga mengajak bagaimana cara untuk membagi waktunya dalam berwiraswasta pada saat kuliah sambil berbisnis atau kegiatan yang produktif lainnya.

“Sebelum memulai untuk memilih usaha apa yang akan kita dalami, hal yang terpenting adalah kita harus lebih enjoy atau suka atas hal yang akan kita lakukan sehingga tidak berat menjalaninya,” cetusnya di sesi tanya jawab dengan siswa-siswi yang hadir.

Reporter: Yudhi Ardian
Editor: Achmad Saichu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.