Ini Alasan Pelaku Habisi Nyawa Sahabatnya

Share this :

Nganjuk, koranmemo.com – Rasa cemburu yang teramat sangat membuat Mus (34) warga Desa Balonggebang Kecamatan Gondang gelap mata hingga tega menghabisi Joko Kuswanto (34) warga Dusun Gebangayu Desa Kedungdowo Kecamatan/Kabupaten Nganjuk.

Petugas jaga malam Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kedungdowo ini ditemukan tergeletak tak bernyawa di area parkir TPA dengan kepala berlumuran darah. Sementara semua barang-barang yang ada di tempat kejadian perkara (TKP) tidak ada yang hilang.

Namun akhirnya, aksi Mus pria kelahiran Cilacap 34 tahun silam ini dapat dibekuk Tim Resmob Satreskrim Polres Nganjuk di rumahnya, Sabtu (1/9) sekitar pukul 00.10 WIB, tanpa perlawanan. Setelah diintrograsi di Mapolsek Gondang, pelaku dibawa ke Mapolres Nganjuk.

“Sebenarnya saya sudah lama ingin menghabisi nyawa Joko, karena dia sudah bikin saya sakit hati. Godam buat mukul kepalanya ini sudah saya siapkan di bawah jok motor,” ucapnya kepada petugas saat konferensi pers, Minggu (2/9) siang.

Perasaan cemburu itu bukan tanpa alasan. Dia merasa harga dirinya terinjak-injak ketika melihat pesan Joko kepada istrinya di aplikasi WhatsApp. “Joko selalu mengajak ketemuan istri saya. Itu pernah saya tegur dan dia minta maaf tidak akan mengulangi,” kata Mus.
Di dalam pesannya itu, lanjut Mus, Joko ingin mengulangi kencannya dengan Fit, istrinya. Padahal Fit sudah sah jadi istrinya. “Mereka berdua pernah menyewa tempat kencan di Kandangan dan Guyangan. Ini yang membuat saya sakit hati,” ungkapnya.

Karena ingin mengetahui lebih jauh hubungan istrinya dengan Joko, sim card yang terpasang di ponsel Fit, diambil oleh Mus dan dipasang di ponselnya. “Pesan dikirim pada 19 Agustus 2018. Ternyata benar, Joko masih sering menghubungi istri saya,” urainya.

Dua minggu kemudian, saat Mus mengantar kerja istrinya, bertemu dengan Joko. Saat itu, Joko titip uang jajan buat istrinya. Hal ini semakin membuat Mus cemburu dan berniat menghabisi Joko.

“Berkali-kali saya ketemu Joko, maunya saya bunuh tapi gak tega. Baru pada Jumat itu saya dapat melamiaskan dendam saya kepada Joko,” tukasnya.

Reporter : Muji Hartono
Editor      : Achmad Saichu