Ini Alasan Jalan Gajah Mada Dijaga Ketat

Share this :

Sidoarjo, koranmemo.com – Kawasan Jalan Gajah Mada Kabupaten Sidoarjo, mendadak dijaga ketat oleh petugas gabungan dari Personil Satpol PP, TNI, dan Polri. Sedikitnya, ada 140personil gabungan yang disebar di beberapa titik tertentu untuk berjaga disepanjang jalan itu. Langkah itu, adalah untuk mengantisipasi para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang nekat membuka kembali lapak mereka.

“Iya, adapenjagaan personil gabungan dari Satpol PP, TNI, dan Polri,” ungkap Yani Setyawan, Kabid Ketentraman dan Ketertiban Umum Masyarakat Satpol PP Sidoarjo disela-sela memantau kondisi sentra PKL di Jalan Gajah Mada, Rabu (16/1).

Petugas disebar dibeberapa titik sepanjang kawasan tersebut untuk mengantisipasi kembalinya para PKL. “Yakni di Posko Bok Legi, Depan Matahari, dan di ujung Selatan jalan Gajahmada,” tambahnya.

Yany menambahkan,penjagaan itu akan dilakukan hingga pekan depan. “Solusi optimisasi penjagaan. Tujuan kami mengembalikan fungsi-fungsi fasilitas umum untuk kepentingan masyarakat yang lebih besar,” tegasnya.

Lebih jauh, Yang menjelaskan, selama dimulainya penertiban hingga saat ini, belum ada aktifitas yangdiniai meresahkan. “Hasil evaluasi sementara, masih kondusif. Nantinya apakah perlu diperketat atau bisa dikurangi jumlah personil penjagaan,tergantung kondisi,” imbuhnya

Untu diketahui, kawasan Jalan Gajahmada sudah sepi dari PKL. Ratusan pedagang yang biasa berjualan disana telah ditertibkan dan dipindah ke Sentra PKL jalan Gajahmada.

Pantauan di lokasi, sejakhari Senin (14/1) kemarin, ratusan personel gabugan diterjunkan untuk berjagadi kawasan tersebut. Rinciannya, 60 personil dari Satpol PP, 30 anggota Polresta Sidoarjo, 30 personil dari Kodim 0816 Sidoarjo, dan 10 personil Subgar 0816 Sidoarjo tampak menjaga jalan protokol penghubung Surabaya – Malang itu.

Lokasi PKL yang baru, masih sepi pengunjung.

Di sisi lain, ada beberapa PKL yang mengaku belum kebagian jatah tempat di Sentra PKL yang baru,sehingga mereka tidak bisa berjualan. Menanggapi hal itu, Pemkab Sidoarjo masihakan mencarikan solusi terbaik.

“Yang jelas,pedagang yang sudah masuk di Sentra PKL adalah mereka yang benar-benar sudah lama berjualan di jalan Gajahmada. Totalnya ada 85 pedagang kuliner dan 17 pedagang martabak. Sementara di Sentra PKL lantai dasar Plasa Sidoarjo(Matahari), ada 28 pedagang yang ditampung di sana,” urainya.

Pantauan di lokasibaru Sentra PKL Gajahmada, beberapa hari beroperasi memang masih terlihat masih sepi. Meski pengunjung sudah berdatangan di sana, belum terlihat ramai diberbagai lapak yang ada.

“Siang memang sepi, kalau malam sudah agak lumayan,” kata Cak To, pedagang nasi gorengdi Sentra PKL Gajahmada.

Pria paruh baya ini mengaku berdagang di kawasan Jalan Raden Patah Sidoarjo sudah turun temurun.Dia sendiri berjualan nasi goreng di kawasan yang menjadi sasaran penertiban itu sudah lebih dari dua puluh tahun.

“Dibanding saat berjualan di tempat lama, kondisinya masih jauh. Tapi lumayan sudah ada pembeli berdatangan. Semoga semakin hari semakin ramai,” harapnya.

Reporter : Yudi Ardian

Editor : IrwanMaftuhin

Follow Untuk Berita Up to Date